Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Dinas Pendidikan Kota Kediri terus mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang sehat, ramah anak, aman, nyaman, inklusif, sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pendampingan implementasi sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis deep learning yang diinisiasi oleh Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.   Mandung Sulaksono, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, mengatakan pendampingan ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan konsep sekolah sehat dan ramah anak dapat diimplementasikan secara nyata dan mendukung penerapan pembelajaran mendalam di satuan pendidikan, Senin (31/8).    “Program ini menyasar tiga puluh lembaga pendidikan yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan. Setelah mengikuti bimbingan teknis, lembaga-lembaga tersebut memiliki kewajiban untuk melakukan pengimbasan kepada lembaga pendidikan lainnya, terutama terkait praktik baik penerapan sekolah sehat, ramah anak, aman dan nyaman dalam rangka pembelajaran mendalam,” jelasnya.   Menurut Mandung, pembelajaran mendalam menjadi penting karena merupakan salah satu strategi pembelajaran yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui konsep tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi bagaimana materi dapat dipahami secara lebih mendalam, menyenangkan, serta sarat dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.   “Pembelajaran di kelas tidak hanya sekadar menyampaikan materi. Bagaimana materi itu disampaikan secara mendalam, menyenangkan, dan penuh nilai yang bisa diberikan kepada siswa. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.   Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran mendalam adalah STEAM, yaitu Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics. Melalui pendekatan tersebut, guru dapat mengintegrasikan berbagai aspek ke dalam satu tema pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih utuh dan kontekstual.   Mandung menambahkan, implementasi pembelajaran mendalam di Kota Kediri diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh. Pendampingan yang diinisiasi UNP Kediri menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam menerapkan konsep tersebut.   Sementara itu, Anik Lestariningrum, Kaprodi PG PAUD UNP Kediri, menjelaskan program pendampingan telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Pendampingan dilakukan secara intensif, salah satunya melalui grup WhatsApp sebagai wadah komunikasi antara tim pendamping dan satuan pendidikan peserta.   “Tujuan kami adalah mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Jadi tidak hanya sekadar pembelajaran di PAUD yang menyenangkan dengan ice breaking, tepuk tangan atau bernyanyi. Lebih dari itu, kami ingin menyiapkan sekolah yang benar-benar memiliki standar yang layak untuk anak, mulai dari kriteria sehat, aman, nyaman, inklusif, sampai pada pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan,” terang Anik.   Sebagai bagian dari rangkaian pendampingan, peserta juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan praktik baik yang telah dilakukan di satuan pendidikan masing-masing. Peserta membuat video dengan dua kategori, yakni Inspirasi Guru PAUD dan Best Practice Implementasi Sekolah Sehat dan Sekolah Ramah Anak Berbasis Deep Learning.   Hari ini menjadi puncak rangkaian pendampingan yang telah dilaksanakan selama satu bulan. Kegiatan diisi dengan bimbingan teknis dan penyampaian materi oleh narasumber, sekaligus pemberian award kepada peserta terpilih atas praktik baik yang telah dilakukan.   Anik menegaskan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam tidak dapat dilakukan oleh guru dan kepala sekolah seorang diri. Diperlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, hingga perangkat daerah terkait.   “Di dalam salah satu indikator pembelajaran mendalam terdapat bagaimana kemitraan harus terjalin. Hal tersebut juga menjadi bagian dari indikator sekolah sehat dan sekolah ramah anak. Jadi ketika guru dan kepala sekolah tidak mampu sendiri, ada wali murid, masyarakat, dan dinas terkait yang bisa digandeng,” jelasnya.   Untuk mengukur keberhasilan pendampingan, tim menggunakan pre-test dan post-test terhadap materi serta proses pendampingan yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen peserta telah memahami konsep sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis pembelajaran mendalam.   Anik berharap praktik baik dari 30 lembaga pendidikan yang mendapatkan pendampingan tidak berhenti pada masing-masing sekolah, tetapi dapat terus diimbaskan kepada satuan pendidikan lainnya.


1 September 2026 5

Pemerintah Kota Kediri terus mematangkan langkah strategis dalam menuntaskan permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS). Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar rapat koordinasi lintas OPD yang tergabung dalam Tim Pencegahan dan Penanganan ATS, Kamis (27/8) di Ruang Kartini Dinas Pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan dan mendukung komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan zero ATS di Kota Kediri.    “Kegiatan ini untuk menindaklanjuti arahan Wali Kota Kediri agar kasus ATS di Kota Kediri tertangani secara tuntas dan dapat kembali mengenyam pendidikan,” terang Mandung Sulaksono, Kepala Dinas Pendidikan secara terpisah.   Kegiatan difokuskan pada penyusunan rencana kerja tindak lanjut penanganan ATS sesuai tugas dan peran masing- masing OPD. Di samping itu, tim gabungan juga akan melakukan verifikasi dan validasi data ATS yang telah dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Data tersebut mencatat 2.100 anak terdaftar sebagai ATS di Kota Kediri. Namun, angka tersebut masih merupakan data mentah yang wajib diverifikasi.    “Sebagai contoh, di Kelurahan Lirboyo terdapat hampir 800 anak yang tercatat sebagai ATS. Dari sekitar 800 anak tersebut, yang benar-benar merupakan warga Kelurahan Lirboyo tidak lebih dari 50 anak. Artinya, data tersebut perlu dikonfirmasi dan diverifikasi kembali agar benar-benar menggambarkan kondisi ATS di Kota Kediri,” terangnya.   Berdasarkan hasil pendataan, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan ATS antara lain masalah ekonomi, keharusan bekerja, permasalahan keluarga, hingga keterbatasan akibat disabilitas yang menyulitkan mereka masuk ke sekolah formal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Pendidikan bersama OPD terkait memberikan pendampingan, bantuan sosial dan menyediakan jalur pendidikan non formal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Jalur pendidikan tersebut siap menerima ATS melalui program Paket A, B, dan C yang berbasis modul dengan waktu belajar yang fleksibel, bahkan siap melakukan sistem penjemputan atau mendatangkan tutor secara langsung.   Tidak hanya pendidikan, lembaga nonformal juga memberikan berbagai keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi peserta didik. Di antaranya keterampilan potong rambut, tata rias, menjahit dan memasak. Keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian sekaligus menjadi modal untuk memperoleh atau meningkatkan pendapatan.   “Penanganan ATS kita lakukan dengan pendekatan dan menyesuaikan kondisi masing-masing anak. Apabila mereka mengalami kendala untuk datang ke lembaga pendidikan, kita siap melakukan penjemputan atau menghadirkan tutor dari PKBM. Dengan demikian, setiap anak tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan Pendidikan,” ujar Mandung.   Melalui kegiatan ini, Mandung berharap verifikasi data bisa lebih akurat sehingga penanganan ATS dapat berjalan semakin efektif dan mampu mewujudkan Kota Kediri sebagai daerah zero ATS. Sehingga seluruh anak usia sekolah dapat memperoleh haknya mendapatkan pendidikan.


28 Agustus 2026 29

Wujudkan eliminasi Tuberkolosis (TB) Tahun 2030, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri terus memperkuat upaya penemuan kasus melalui program tracing dan skrining yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dijelaskan dr Hamida, Sp.P, Plt Kepala Dinkes Kota Kediri pada Kamis (27/8), program ini menyasar lima puluh locus yang tersebar di sembilan puskesmas di Kota Kediri dan dilaksanakan secara bertahap pada Agustus hingga September serta awal November 2026.   Hingga penghujung Bulan Agustus ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di dua belas locus dengan target sasaran 100 warga pada tiap-tiap locus, khususnya masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB.   Menurut dr Hamida, upaya tersebut perlu dilakukan sebagai tindak lanjut program Kementerian Kesehatan untuk memperkuat deteksi dini TB. Pasalnya, kasus TB masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Secara nasional, setiap tahun ditemukan sekitar 1.080.000 kasus baru. Sementara di Kota Kediri, sejak Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.240 kasus TB telah ditemukan di Kota Kediri.   “Dengan masih tingginya kasus TB, diperlukan upaya untuk menemukan sebanyak mungkin kasus yang ada di masyarakat. Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin cepat kita bisa melakukan pengobatan sehingga penularan dapat dicegah,” jelasnya.    Dalam pelaksanaannya, warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB dikumpulkan di satu lokasi untuk menjalani pemeriksaan. Kegiatan pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi meliputi skrining TB, Cek Kesehatan Gratis, serta pemeriksaan X-ray menggunakan perangkat X-ray portable. Penggunaan X-ray portable memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara langsung di lokasi sasaran sehingga proses skrining dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat yang memiliki resiko.    Agar kegiatan berjalan dengan lancar, pihaknya turut melibatkan berbagai petugas, di antaranya: tenaga kesehatan dari puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Kediri, serta radiografer dari RS Kilisuci.    Dari pelaksanaan tracing sejauh ini, ditemukan beberapa peserta yang diduga mengalami TB. Hasil pemeriksaan X-ray yang menunjukkan adanya kecurigaan TB selanjutnya akan dikonsultasikan kepada dokter spesialis paru yang telah ditunjuk. Apabila hasil pemeriksaan lebih lanjut menyatakan pasien terdiagnosis TB, maka pengobatan akan segera dilakukan melalui puskesmas.   Masyarakat perlu mengenali gejala awal TB. Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh, terutama apabila berlangsung sekitar dua minggu atau lebih. Gejala tersebut dapat disertai penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, sering berkeringat pada malam hari tanpa melakukan aktivitas berat, serta demam yang berlangsung terus-menerus.    Pemerintah menekankan bahwa penderita TB wajib menjalani pengobatan hingga tuntas. Karena pengobatan yang dilakukan secara disiplin tidak hanya penting untuk kesembuhan pasien, tetapi juga untuk mencegah penularan kepada orang di sekitarnya. "Obat TB sudah disediakan secara gratis dan ditanggung pemerintah. Yang paling penting adalah kepatuhan pasien untuk menjalani pengobatan sampai tuntas. Dukungan keluarga dan lingkungan juga sangat diperlukan,” ungkapnya.   Karena itu, upaya tracing tidak hanya membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan berbagai pihak di tingkat masyarakat. Pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, keluarga, serta lingkungan sekitar diharapkan dapat turut membantu memastikan pasien menjalani pengobatan sesuai ketentuan hingga selesai.   Melalui kegiatan deteksi dini ini, diharapkan semakin banyak kasus TB yang selama ini belum terdeteksi dapat ditemukan dan segera mendapatkan pengobatan. Dengan demikian, mata rantai penularan TB di masyarakat dapat diputus dan jumlah kasus TB di Kota Kediri dapat terus ditekan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen menuju target eliminasi TB pada 2030.


28 Agustus 2026 38
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%