Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Pemerintah Kota Kediri melakukan pemantauan langsung kegiatan pladu atau _flushing_ Sungai Brantas, Senin sore (18/5/2026), di kawasan Taman Brantas Kota Kediri. Kegiatan ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas warga yang memadati bantaran sungai untuk mencari ikan saat pladu berlangsung.   Pemantauan dipimpin langsung oleh Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartikasari bersama Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto, didampingi personel gabungan dari BPBD, TNI, PMI, RAPI, Rumah Zakat, dan relawan.   Sebelum melakukan patroli di sepanjang bantaran Sungai Brantas hingga kawasan Masjid Agung, petugas terlebih dahulu menggelar apel kesiapsiagaan bersama relawan dan unsur terkait.   Pj Sekda Kota Kediri, Endang Kartikasari, mengatakan masyarakat diminta tetap berhati-hati dan tidak terlalu mendekati bibir sungai. Pasalnya, debit air diperkirakan meningkat pada sore hingga malam hari seiring aliran peladu yang mulai masuk wilayah Kota Kediri.   “Sekitar pukul 18.00 WIB aliran diperkirakan sudah sampai di Kota Kediri. Nantinya debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Karena itu masyarakat kami imbau untuk tetap berhati-hati dan tidak terlalu ke tepi sungai,” ujarnya.   Ia menambahkan, saat ini banyak warga yang datang membawa jaring untuk mencari ikan di bantaran Sungai Brantas. Namun pemerintah tidak ingin aktivitas tersebut justru menimbulkan insiden yang membahayakan keselamatan warga.   “Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada warga terpeleset atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.   Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi sejak sebelum peladu berlangsung. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi di sejumlah titik penyeberangan sungai di wilayah Manisrenggo dan Ngronggo.   BPBD juga mengimbau para penambang penyeberangan agar menghentikan aktivitas sementara apabila debit air meningkat dan kondisi dinilai membahayakan.   Menurut Joko, fenomena pladu memang rutin dilakukan sebagai upaya pembersihan sedimen di waduk. Namun kondisi air yang keruh, debit tinggi, dan arus deras tetap memiliki potensi bahaya bagi masyarakat yang berada terlalu dekat dengan sungai.   “Kondisi pladu identik dengan arus deras dan air keruh. Kalau terpeleset sedikit saja bisa berbahaya. Jadi kami minta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.   Untuk mengantisipasi kemungkinan darurat, BPBD Kota Kediri menyiagakan sekitar 30 personel gabungan beserta dua perahu karet dan perlengkapan penyelamatan air di sejumlah titik rawan kerumunan warga.   Petugas juga melakukan patroli secara bergantian di titik-titik yang dipadati masyarakat, seperti kawasan Jembatan Lama, Jembatan Baru, hingga sekitar Masjid Agung.   Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat selama pladu berlangsung, diminta segera menghubungi layanan Lapor Mbak Wali 112 yang terhubung langsung dengan petugas BPBD Kota Kediri.  


19 Mei 2026 116

Sebagai upaya meningkatkan daya saing produk fesyen berbasis tenun, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Produk Tenun Ikat. Kegiatan yang diselenggarakan disalah satu hotel di Kota Kediri ini berlangsung pada 18–22 Mei 2026 dengan mengusung misi besar untuk mendorong pengrajin lokal naik kelas serta meningkatkan daya saing produk IKM baik di pasar domestik maupun pasar Internasional. Bimtek diikuti 20 peserta yang merupakan pelaku IKM Fashion dan para pengrajin tenun. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara HUT Dewan Kerajinan Nasional ke-46.    Terpilihnya Kota Kediri sebagai tempat terselenggaranya bimtek karena dianggap memiliki produk Tenun Ikat dan potensi yang sangat luar biasa. Untuk itu, Bimtek kali ini tidak lagi mengajarkan teknis dasar proses menenun, melainkan difokuskan pada aspek pengembangan desain. “Secara teknis produk tenun di Kota Kediri sudah sangat baik, untuk itu kita kolaborasikan IKM tenun dan IKM fesyen di Kota Kediri agar nantinya bisa menghasilkan produk jadi seperti tas, baju atau produk aksesoris yang semakin diminati masyarakat,” terang Budi Setiawan Direktur Industri Kecil dan Menengah, Kimia, Sandang dan Kerajinan Kemenperin.    Untuk mensukseskan bimtek tersebut, Kementerian Perindustrian menggandeng Universitas Ciputra sebagai pemateri. “Kami melihat jurusan desain di Universitas Ciputra sangat luar biasa. Melalui kolaborasi ini, kain tenun tidak hanya akan diolah menjadi pakaian biasa, melainkan didiversifikasikan menjadi produk fashion bernilai tinggi seperti tas, sepatu, dll,” harapnya.   Selama 5 hari pelatihan intensif, para peserta diharapkan dapat menghasilkan 2 buah produk fesyen berbasis tenun sebagai prototype dalam kurun waktu satu bulan pasca-pelatihan, dengan fasilitas konsultasi online yang terus berjalan. Para peserta juga mendapatkan fasilitas uang transportasi dan bantuan biaya pembuatan produk. “Meskipun waktu pelaksanaan terbatas, kami optimis kegiatan ini memberikan manfaat yang besar. Dari sisi teknis teman-teman sudah keren, mudah-mudahan dengan waktu terbatas ini bisa memunculkan produk baru yang inovatif,” ujarnya.   Sebagai keberlanjutan dari kegiatan ini, hasil dari pelatihan ini bisa dikirim atau diikutkan pada pameran tanggal 9 sampai 11 Juni 2026. Pameran tersebut memamerkan khusus produk tenun yang mengangkat tema Swarna Wastra.     Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri Faiqoh Azizah mengutarakan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal IKMA melalui Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan. “Kami sangat bahagia dan bangga karena Kota Kediri kembali dipercaya untuk menjadi bagian dari program penguatan industri kreatif berbasis budaya lokal ini,” jelasnya.   Selain menjadi kain tradisional, Tenun Ikat telah menjadi identitas budaya dan hasil karya kebanggaan Kota Kediri. Namun, tantangan industri kreatif saat ini menjadi semakin dinamis. Selera pasar terus berubah, tren fashion berkembang sangat cepat, dan produk lokal dituntut untuk tampil semakin kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di pasar modern. Melalui bimbingan teknis ini, perempuan yang akrab disapa Ning Faiqoh tersebut berharap dapat menjadi langkah nyata untuk memberikan inspirasi bagi para pelaku IKM dalam melakukan keberagaman desain produk. Menurutnya, eksplorasi ini bisa dimulai dari pemilihan dan kombinasi warna, pengembagan motif dan modifikasi desain, pemilihan jenis benang, variasi, serta kombinasi bahan baku.   “Saya berharap adanya kesinambungan yang kuat antara penyedia (supply) kain tenun dengan proses kreatif sehingga akan tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan dan berkelanjutan. Selain itu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang desain, memahami kebutuhan pasar serta menciptakan produk yang memiliki identitas budaya dan relevan dengan tren masa kini,” harapnya.   Ning Faiqoh juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan strategi pemasaran digital, aktif mengikuti berbagai pameran dan ekspo agar produk yang dihasilkan semakin dikenal dan menjangkau pasar yang lebih besar. “Manfaatkan bimtek ini dengan sebaik-baiknya, bertukar ide, membangun jejaring dan menghasilkan produk unggulan yang memiliki daya saing. Semoga dari sini lahir unit-unit usaha mandiri berbasis tenun yang kreatif, inovatif, berkelanjutan, serta mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Kediri,” tutupnya.    


19 Mei 2026 38

15 Mei 2026 28
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%