Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Ratusan bikers dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul dalam Jambore Daerah (Jamda) RX-King Region Jatim 2 hari ini Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar komunitas, dalam kegiatan Jamda RX King Region Jatim 2 tersebut juga melaksanakan aksi pelestarian lingkungan, kepedulian sosial, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.   Kegiatan diikuti sekitar 300 peserta yang memilih titik keberangkatan dari GOR Jayabaya dan dilanjutkan dengan melakukan riding bersama dengan menempuh rute sepanjang kurang lebih 25 kilometer. Di sela riding, peserta singgah untuk melaksanakan aksi tebar benih ikan di Sungai Brantas sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.   Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priyambodo mengatakan kegiatan ini mendukung program _city tourism_ yang menjadi program Wali Kota Kediri. Selain itu, event ini diharapkan juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. "Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kota Kediri kepada komunitas dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain memperkuat sektor pariwisata, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM," ujarnya.   Usai riding, agenda pada malam hari akan dilanjutkan dengan kegiatan pengajian dan sholawat bersama Gus Elham Yahya. Selanjutnya, memasuki hari kedua, Minggu (12/7) acara puncak Jamda secara resmi akan dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri. Guna menjaga kenyamanan masyarakat, Bambang mengatakan pihaknya telah menyediakan lapangan khusus sebagai area adu mesin bagi para pencinta RX-King. "Fasilitas ini sengaja disiapkan agar para anggota komunitas memiliki wadah berekspresi tanpa mengganggu kenyamanan dan ketertiban selama melakukan riding," ungkapnya.   Turut hadir sekaligus mendampingi jalannya kegiatan, Pembina Sedulur King Over Kediri (SKOK) RX King Indonesia Region Jatim 2 sekaligus Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) terpilih Kota Kediri AKBP Edi Herwiyanto menuturkan gelaran Jambore Daerah (Jamda) komunitas RX-King ini dinilai selaras dengan misi Pemerintah Kota Kediri khususnya dalam mempromosikan _city tourism_. Melalui acara ini, dirinya berharap masyarakat dari berbagai wilayah dapat berbondong-bondong datang dan mengenal Kota Kediri lebih dekat.    Edi menambahkan selain menyalurkan hobi, salah satu tujuan berkomunitas ialah bertukar pengetahuan, informasi, membangun jejaring, membantu sesama dan bekerjasama dengan pemerintah serta aparat untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman.   Untuk itu sebagai tuan rumah, Edi berpesan kepada para peserta riding untuk menjaga kekompakan, kebersamaan serta etika berkendara selama acara berlangsung. "Mari kita buktikan bahwa komunitas RX King adalah komunitas yang memiliki etika, bermartabat dan santun. Kita tunjukkan bahwa warga Kota Kediri ini ramah sehingga bisa membawa kesan yang mendalam dan positif untuk tamu- tamu dari luar daerah," ujarnya.   Sementara itu, Nendri Mulyono perwakilan klub SKOK Kediri menjelaskan memilih Kota Kediri menjadi tuan rumah setelah melalui koordinasi dan ditunjuk oleh klub RX-King di Region Jatim 2 karena dinilai memiliki kesiapan untuk melaksanakan Jamda Region Jatim 2 untuk pertama kalinya. Nendri menjabarkan Region Jatim 2 terdiri dari 12 club dengan jumlah sekitar 327 anggota. Mereka berasal dari Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Magetan, Ngawi, Nganjuk, hingga Kediri.    "Pada hari pertama, kita hanya mengundang perwakilan dari masing-masing klub. Sedangkan seluruh anggota akan dijadwalkan mengikuti agenda utama besok," jelasnya.   Menyinggung agenda tabur benih yang dilakukan di Sungai Brantas, Nendri mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Jamda. Ini menunjukkan bahwa komunitas RX-King tidak hanya identik dengan hobi otomotif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Adapun benih ikan yang disebar merupakan jenis ikan nila dan gurami sebanyak 12ribu ekor. "Sebagai komunitas kami ingin membuktikan dan menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap lestari," ungkapnya.   Kepedulian komunitas juga diwujudkan melalui pemberian bantuan peralatan bengkel kepada 9 bengkel skala kecil di Kota Kediri. Bantuan berupa kompresor, gerinda, obeng dan perlengkapan lainnya yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas para pelaku usaha bengkel.


11 Juli 2026 12

Kesempatan masyarakat Kota Kediri untuk mengakses Pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat masih terbuka. Kementerian Sosial RI melalui Pemerintah Kota Kediri masih melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk memenuhi kuota yang telah ditetapkan. Dalam keterangannya, Jumat (10/7) Kepala Dinas Sosial Imam Muttakin menjelaskan program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya keluarga yang masuk dalam data DTSEN kategori Desil 1 dan Desil 2. Namun apabila ada masyarakat pada Desil 3, 4, dan seterusnya masih memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini, dengan syarat melalui proses survei (ground check) kelayakan yang dilakukan oleh tim dari Dinas Sosial.    “Berbeda dengan sistem penerimaan peserta didik pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Untuk desil 1 dan desil 2 secara otomatis langsung masuk dan tidak disurvei, namun untuk yang desil 3,4 dan seterusnya apabila berminat bisa menghubungi Dinas Sosial atau Lapor Mbak Wali 112 untuk selanjutnya dijangkau untuk dilakukan asesmen dan survei apakah yang bersangkutan benar- benar masuk kategori tidak mampu,” jelasnya.   Setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA memiliki kuota sebanyak 90 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Namun hingga saat ini, kuota SMA telah terisi 84 siswa, kuota SMP terisi 83 siswa dan kuota SD baru terisi 25 siswa. Imam berharap seluruh kuota dapat terpenuhi sebelum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 13–17 Juli mendatang. Kendati demikian, apabila nantinya kuota belum terpenuhi sepenuhnya, Imam mengatakan proses belajar mengajar tetap akan berjalan sesuai jumlah peserta didik yang telah diterima.    “Kemarin hasil koordinasi kita dengan Kemensos kuota seluruhnya diharapkan bisa terpenuhi. Jadi untuk rombel SD dialihkan menjadi rombel SMA. Dengan demikian, SMA mendapatkan tambahan 1 rombel atau tambahan kuota sebanyak 36 siswa,” jelasnya.     Imam mengatakan, program Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama. Seluruh biaya pendidikan meliputi seragam, tas, buku pelajaran, laptop, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan hidup sehari-hari selama mengikuti pendidikan akan ditanggung pemerintah. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Masyarakat juga diimbau turut menyampaikan informasi kepada tetangga maupun kerabat yang membutuhkan agar mereka dapat memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.   Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengenai legalitas pendidikan di Sekolah Rakyat. Ijazah yang diterbitkan untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA memiliki kedudukan yang setara dengan sekolah umum dan diakui secara resmi. “Mari kita manfaatkan Sekolah Rakyat ini untuk memperbaiki tingkat pendidikan anak-anak kita. Kami berharap seluruh kuota dapat terisi sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dan yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah reguler karena keterbatasan biaya bisa memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas,” pungkasnya.


10 Juli 2026 31

Guna bertukar informasi mengenai pengelolaan program kesejahteraan, keagamaan dan sosial, Pemerintah Kota Kediri menerima kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Cirebon, Kamis (9/7) di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri.     Rombongan berjumlah 13 orang tersebut diterima langsung oleh Kepala Bagian Kesra Kota Kediri Yono Heryadi. Dalam kesempatan tersebut dirinya mengucapkan selamat datang dan menilai pertemuan dan silaturahmi ini dapat menjadi ruang diskusi yang positif dalam membuka wawasan bersama serta saling memperkaya referensi program kerja yang bermanfaat bagi kedua pemerintah daerah ke depan.    Yono juga memaparkan berbagai strategi yang diterapkan untuk menjaga efektivitas dan menjalankan programnya. Dijelaskannya, pelaksanaan program mampu berjalan optimal melalui kolaborasi dengan masyarakat serta lembaga keagamaan. Ia juga membagikan pengalaman dalam pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat, bina mental spiritual dan kesejahteraan sosial. Untuk kesejahteraan sosial, Bagian Kesra memiliki tugas dalam pengelolaan hibah dan bantuan sosial. Jika sebelumnya penyaluran bantuan berbentuk uang, kini dialihkan menjadi paket pekerjaan melalui pengadaan barang dan jasa.    Selain itu, salah satu inovasi yang turut menarik perhatian adalah program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa mulai jenjang S1 hingga S3. Program ini diprioritaskan untuk keluarga yang masuk dalam data DTSEN (desil 1-5). Program ini dijalankan melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi.   Sementara itu, Mustofa kepala Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Cirebon menyampaikan terpilihnya Kota Kediri sebagai tempat studi tiru karena memiliki daya tarik tersendiri, khususnya mengenai strategi pemerintah dalam membangun komunikasi dengan pondok pesantren dan mengoptimalkan potensi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat secara harmonis. “Kami juga ingin mengetahui bagaimana pengelolaan kesejahteraan sosial, mengingat wilayah kami memiliki keterbatasan fiscal dan dukungan CSR jika dibandingkan dengan Kota Kediri,” tuturnya.   Berbeda dengan Kota Kediri yang sudah memiliki program beasiswa Pendidikan hingga S3, Pemerintah Kabupaten Cirebon saat ini masih memfokuskan alokasi pendidikan untuk jenjang S1. Namun untuk tahun ini, Pemkab Cirebon meluncurkan program baru yang berfokus pada pemanfaatan potensi mahasiswa asal Cirebon yang tengah menempuh studi di luar kota.   “Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan dasar mereka, khususnya penyediaan fasilitas tempat tinggal atau asrama mahasiswa di kota-kota besar,” ungkapnya.    Disela-sela kunjungan ke Kota Kediri, rombongan juga menyempatkan singgah ke Pondok Pesantren Lirboyo. Fokus kunjungan ini adalah untuk mempelajari dan meninjau langsung penerapan program Pesantren Sehat yang telah sukses berjalan. Di akhir pertemuan, rombongan tim studi banding menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat yang diterima. Mustofa mengatakan telah memperoleh banyak wawasan dan inovasi program yang siap diadopsi serta menjadi bahan laporan ke pimpinan. “Keberhasilan program dari Kota Kediri ini sangat potensial untuk diaplikasikan dan diterapkan di daerah kami. Semoga ini dapat menjadi sarana untuk menularkan praktik baik antar pemerintah daerah,” terangnya.


10 Juli 2026 13
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%