Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Kabar baik untuk warga Kota Kediri yang bekerja di pabrik rokok, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026.   Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menjelaskan bahwa program ini merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2026, yang mengatur bahwa dana cukai harus kembali untuk kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya, yakni buruh pabrik rokok, petani tembakau, dan petani cengkeh.   "Ini bentuk kehadiran negara untuk Panjenengan semua. Hasil dari cukai kita kembalikan lagi untuk kesejahteraan para buruh dan petani yang menjadi tulang punggung industri ini," ujar Imam Muttakin, Sabtu (03/10) di Kelurahan Semampir.   Imam menambahkan, data penerima BLT telah melalui proses verifikasi ketat oleh Dinas Sosial. Tercatat ada 4.245 warga Kota Kediri yang berhak menerima BLT DBHCHT tahun ini dan akan disalurkan secara bertahap.   "Prosesnya kami jaga agar tepat sasaran. Data pekerja dikirim oleh pabrik rokok, kemudian kami verifikasi bersama Dispendukcapil untuk memastikan penerima benar-benar ber-KTP Kota Kediri. Penyalurannya nanti melalui Bank Jatim menggunakan virtual account agar aman dan transparan," jelasnya.   Untuk hari ini, sebanyak 3.496 penerima telah menerima bantuan. Rinciannya, 3.292 buruh rokok PT Gudang Garam Tbk yang penyalurannya dipusatkan di Kelurahan Semampir dan Banjaran, serta 204 penerima dari pabrik rokok Dua Dewi yang bekerja sama dengan Bank Jatim. Sementara untuk pekerja pabrik rokok lainnya akan segera disalurkan pada tahap berikutnya.   Imam menyebutkan, setiap penerima BLT DBHCHT mendapatkan bantuan sebesar Rp 1.000.000,- dan tanpa ada potongan administrasi atau potongan apapun. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari.   Di akhir, Imam Muttakin berpesan agar bantuan ini bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi ekonomi Kota Kediri.   "Silakan dibelanjakan sesuai kebutuhan, dan kalau bisa belanjanya di UMKM sekitar kita. Biar uangnya muter di Kota Kediri, warung tetangga jadi ramai, ekonomi kita bergerak bersama. Ada multiplier effect-nya untuk kita semua," tutupnya.   Rasa syukur juga disampaikan langsung oleh penerima manfaat. Kartika Sari, warga Bujel yang bekerja sebagai buruh rokok di bagian giling mengaku sangat terbantu dan bersyukur dengan program ini.   "Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri yang sudah peduli terhadap karyawan pabrik rokok dan semoga bantuan ini bisa terus berlanjut. Bantuan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta untuk tambahan biaya sekolah anak-anak," ungkap Kartika dengan haru.


4 Oktober 2026 65

Dalam rangka melaksanakan kegiatan rutin pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Kediri, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menyampaikan realisasi data perkembangan inflasi Kota Kediri Bulan September melalui Press Release Berita Resmi Statistik yang digelar oleh BPS Kota Kediri secara daring pada Kamis (1/10).   Saat menyampaikan paparannya, Emil Wahyudiono Kepala BPS Kota Kediri menyampaikan pada bulan sembilan, Kota Kediri mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,41%. Sementara itu, inflasi tahunan (y-on-y) tercatat sebesar 3,38 persen. Penyumbang utama inflasi m-to-m bulan tersebut ialah kelompok pendidikan dengan andil 0,19 persen.   Selanjutnya untuk komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan di Kota Kediri antara lain: akademi/perguruan tinggi dengan andil sebesar 0,19%; cabai rawit dengan andil sebesar 0,12%; daging ayam ras sebesar 0,09%; telur ayam ras sebesar 0,05%; beras dan jeruk sebesar 0,03%; angkutan udara dan bayam sebesar 0,02%; jagung manis dan daging sapi 0,01%.   Di sisi lain, sejumlah komoditas turut menahan laju inflasi atau mengalami deflasi yaitu: emas perhiasan dan alpukat deflasi sebesar -0,04%; kacang panjang dan semangka sebesar -0,03%; cabai merah, bawang merah, pir, bawang putih, ketimun sebesar -0,02%; dan ikan bandeng/ikan bolu sebesar -0,01%.   Selain memaparkan kondisi inflasi September, di kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan beberapa hal yang perlu diwaspadi terjadi pada bulan berikutnya karena berpotensi mempengaruhi kenaikan harga berbagai komoditas. Diantaranya: ketersediaan stok dan distribusi komoditas beras, daging ayam dan telur ayam ras, serta komoditas pangan lainnya akibat permintaan konsumen. Di sisi lain, berdasarkan keterangan BMKG El Nino sangat kuat dan diprediksi berlangsung hingga awal 2027, hal itu berpotensi mengakibatkan tertundanya awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.    Selain itu, penyesuaian tarif BBM non subsidi yang masih akan berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan efek domino pada harga komoditas lainnya. Untuk itu Emil mengimbau masyarakat Kota Kediri tetap bijak dalam berbelanja dan merencanakan pengeluaran rumah tangga, terutama menghadapi potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pada bulan Oktober 2026.   Menanggapi hal tersebut,(02/10) Noviana Rachmawati. Kepala Bagian Administrasi Perekonomian selaku Sekretaris TPID Kota Kediri menyampaikan bahwa kondisi tersebut menuntut adanya evaluasi untuk melihat apakah tarif akademi/perguruan tinggi cukup berdampak pada perekonomian di Kota Kediri, serta tekanan harga pada komoditas pangan telah melandai atau justru berlanjut akibat faktor musiman, pola distribusi, dan penyesuaian harga di tingkat grosir maupun eceran. Pergerakan harga pada bulan September ini memegang peran strategis sebagai acuan pemetaan risiko inflasi menjelang kuartal akhir tahun 2026. Sebagai langkah antisipatif dan responsif, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri terus mengoptimalkan sinergi lintas sektor melalui strategi untuk menjaga 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.    Bulan September kemarin terdapat event Syiar di Balai Kota Kediri, dimana dalam rangkaian acara tersebut TPID menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya mengendalikan keterjangkauan harga. Kegiatan lain yang dilaksanakan di bulan September adalah penyaluran bantuan pangan oleh Bulog yang diharapkan dapat mengurangi permintaan terutama pada komoditas beras di Kota Kediri. di sisi kelancaran distribusi terdapat sarana terminal bongkar muat barang yang bisa digunakan untuk mengurangi kemacetan akibat menumpuknya truk muatan pada simpul-simpul kegiatan ekonomi. Sedangkan menyikapi kondisi kedepan, diharapkan masyarakat dapat mengatur terkait kebutuhan sehari hari dengan bijak agar dapat tercukupi, untuk para pedagang agar dapat menyediakan kebutuhan pokok sehingga harga tetap stabil.” pungkasnya.   Novi turut menghimbau agar masyarakat tidak panic buying dikarenakan Pemerintah juga terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan seluruh komoditas serta kestabilan harga di berbagai sektor agar roda perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan semestinya.


4 Oktober 2026 16

Seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membantu mempermudah berbagai pekerjaan menjadi lebih cepat, efektif dan efisien. Dilatar belakangi hal tersebut, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyelenggarakan kegiatan pelatihan AI, Kamis (1/10) di Ruang pertemuan Disperdagin. Kegiatan pelatihan ini berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai narasumber.   Saat membuka pelatihan, Bagus Alit Kepala Disperdagin Kota Kediri menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya untuk mendukung pekerjaan administratif yang selama ini rutin dilakukan. Melalui pemanfaatan AI, berbagai pekerjaan seperti penyusunan surat, pembuatan dokumen, hingga pekerjaan lainnya diharapkan dapat dilakukan dengan lebih efektif.   “Pemanfaatan AI bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran ASN, namun membantu menyederhanakan pekerjaan yang bersifat rutin. Dengan demikian, ASN dapat lebih fokus pada ide, gagasan, analisis dan pengambilan keputusan,” terangnya.   Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI saat ini menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Aparatur Sipil Negara yang memiliki tugas administratif, perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi agar pemanfaatan teknologi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas pekerjaan. “Dengan teman-teman yang semakin melek AI, harapannya pekerjaan menjadi lebih efisien, bisa lebih cepat, dan hasilnya juga lebih optimal,” tambahnya.   Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan pemanfaatan AI, tetapi juga diberikan pemahaman dan praktik langsung mengenai cara memberikan instruksi kepada AI melalui teknik prompting. Kemampuan menyusun prompt yang tepat dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan kebutuhan.   Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ASN mengenai perkembangan teknologi digital yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Sasaran pelatihan adalah seluruh karyawan di lingkungan kantor Disperdagin. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua pada pukul 10.30 WIB sampai dengan 12.00 WIB. “Pemanfaatan AI dapat menjadi bagian dari upaya transformasi digital dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. ASN diharapkan tidak hanya mengenal AI, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat, efektif, dan bertanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan tugas,” harapnya.


2 Oktober 2026 47
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%