Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Pemerintah Kota Kediri berkolaborasi dengan KPwBI Kediri menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam gelaran Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026, Jumat (4/9) di Halaman Titik Nol Kota Kediri. Tujuannya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.   Arief Cholisudin, Kepala DKPP Kota Kediri mengatakan dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pangan, mulai dari beras SPHP, beras premium, Minyak Kita, Minyak premium, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayuran. Stok komoditas yang disediakan meliputi beras SPHP sebanyak 1 ton, beras premium sebanyak 30 dos, Minyak Kita sebanyak 30 kardus, minyak Kita sebanyak 6 dos, Telur sebanyak 150 kg per hari.   Selain komoditas tersebut, tersedia pula aneka sayuran dengan harga sekitar Rp6.000 per bungkus. Jumlah yang disediakan sekitar 50 bungkus, yang terdiri dari tempe, sawi, dan berbagai jenis sayuran lainnya. Dengan jam pelayanan mulai jam 08.00 sampai dengan 11.00 WIB. “Untuk menyediakan ketersediaan komoditas, kami menggandeng sejumlah pihak seperti Bulog, peternak, Kelompok Wanita Tani Bangun Sejahtera, PD Pasar dan swalayan di Kota Kediri. Kegiatan ditujukan untuk seluruh masyarakat berKTP Kota Kediri,” jelas Cholis.   Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat cukup tinggi. Berdasarkan pantauan di lapangan, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat adalah beras SPHP dan Minyak Kita. Dari stok yang tersedia, sebelum jam pelayanan selesai beras SPHP dan Minyak Kita terlihat hampir habis.    Cholis berharap pelaksanaan GPM dapat membantu daya beli masyarakat, terutama karena harga komoditas yang ditawarkan memiliki selisih yang cukup terjangkau dibandingkan dengan harga di pasaran. “Dalam kondisi ekonomi saat ini, kegiatan GPM diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Untuk pelaksanaan berikutnya, kegiatan yang hari ini kita laksanakan di Titik Nol akan dilanjutkan di Balai Kota pada hari Sabtu dan Minggu (5-6/9) besok,” ujarnya.   Salah satu pembeli, Lutfi Mayang Sari, warga Kelurahan Balowerti menceritakan antusiasnya membeli komoditas kebutuhan pokok dalam kegiatan ini. Sebelum jam pelayanan dibuka, dirinya sudah datang ke lokasi untuk membeli sejumlah kebutuhan dapur, seperti telur, cabai, bawang merah dan bawang putih.    Ia juga mengaku cukup sering berbelanja ketika ada kegiatan GPM karena harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasaran. Lutfi berharap keberadaan GPM dapat membantu menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami kenaikan.    Hal senada disampaikan Wiwin, warga Kelurahan Balowerti. Dalam kegiatan tersebut, Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tempe dan telur. Menurutnya, kegiatan GPM cukup membantu masyarakat karena komoditas yang tersedia memiliki selisih harga yang lumayan dibandingkan harga di pasaran. Melalui kegiatan tersebut, Wiwin berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.


4 September 2026 40

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menerima kunjungan studi banding dari DP3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (3/9) di Ruang Rapat DP3AP2KB. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan pengarusutamaan gender (PUG), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.   Dalam pertemuan ini, rombongan diterima langsung oleh Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr Fajri Mubasysyir. Ia menyampaikan pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk berkolaborasi, bertukar pikiran, serta berbagi praktik baik dan program yang telah diterapkan di masing-masing daerah. “Kita memiliki struktur dan bidang yang hampir sama dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Kunjungan ini bisa menjadi momentum untuk terus belajar, bertukar pengalaman dan juga kesempatan bagi Kota Kediri dengan daerah lain yang mungkin dapat kita adopsi,” jelasnya.   dr Fajri memaparkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri konsisten di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan Indonesia dalam 5 tahun terakhir. Saat ini posisi IPG Kota Kediri berada di nomor 5 di Jawa Timur dengan indeks sebesar 96,36 di Tahun 2025. Sedangkan untuk Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Kediri terendah ke 2 Provinsi Jawa Timur sebesar 0,12.    Berbagai inovasi dan strategi yang mendukung upaya memperkuat kesetaraan gender juga dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Antara lain Pembelajaran Pekka Berdaya, Belajar Bareng Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kirana, Sekolah Remaja Perempuan Sehari, PPA Goes To School, dsb. “Berbagai upaya tersebut turut berkontribusi terhadap capaian pembangunan gender di Kota Kediri. Hal ini juga turut mempengaruhi capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri yang secara konsisten berada di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional,” ujarnya.   Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa dukungan lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam pelaksanaan PUG di Kota Kediri. Koordinasi dengan OPD lain selama ini berjalan cukup baik, termasuk dalam hal penyediaan data dan pemenuhan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan PUG. ““Alhamdulillah kolaborasi kita dengan OPD lain berjalan baik. Walaupun dinamika perubahan SDM pasti ada, namun semua tetap bisa teratasi,” ungkapnya.   dr Fajri berharap dengan pertemuan ini kedua daerah dapat saling memetik manfaat dan mengadopsi program-program unggulan demi meningkatkan kualitas layanan publik. “Mengingat keterbatasan waktu tatap muka, komunikasi intensif antar dinas akan terus dilanjutkan secara berkala agar proses transfer inovasi dan pendampingan dokumen PUG dapat berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.   Sementara itu Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Timur, Achmad Yusi mengungkapkan bahwa kunjungan ke Kota Kediri dilakukan karena pihaknya ingin belajar lebih jauh mengenai penerapan PUG. Menurutnya, salah satu hal yang menarik perhatian adalah kuatnya koordinasi lintas OPD di Kota Kediri yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan PUG. Ia berharap berbagai praktik baik yang diperoleh dari Kota Kediri dapat dibawa dan diterapkan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil kunjungan juga akan dilaporkan kepada pimpinan untuk menjadi bahan tindak lanjut. “Kami akan melaksanakan saran dan masukan dari teman-teman di Kota Kediri. Kami akan melaporkan kepada pimpinan agar bisa melaksanakan tindak lanjutnya,” tutur Ahmad.   “Kami melihat hubungan antar lembaga di Kota Kediri ini bagus sekali. Ada review, ada pengawasan, dan teman-teman OPD lain sangat mendukung,” katanya.


4 September 2026 17

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat pada Agustus 2026 Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,43 persen secara month-to-month (m-to-m). Sementara itu, tingkat inflasi secara year-on-year (y-on-y) tercatat sebesar 3,28 persen. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri dalam Pers Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/9).    Dirinya menyampaikan inflasi yang terjadi pada bulan tersebut dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi m-to-m tertinggi sebesar 0,39 persen. Adapun komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi m-to-m adalah daging ayam ras dengan andil sebesar 0,30 persen. Selain daging ayam ras, sejumlah komoditas lain yang turut mendorong inflasi pada Agustus 2026 antara lain: cabai rawit dan beras dengan andil masing-masing 0,05 persen, taman kanak-kanak, pepaya, ongkos jahit masing-masing sebesar 0,03 persen, kacang panjang, semangka, pemeliharaan/service, Sigaret Kretek Mesin (SKM) masing-masing sebesar 0,02 persen.   Meski demikian, terdapat juga sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi. Yakni Angkutan udara menjadi penyumbang terbesar dengan andil deflasi sebesar -0,08 persen, diikuti bawang merah -0,07 persen, bawang putih -0,03 persen, bensin dan tomat masing-masing -0,02 persen, telur ayam ras, sawi hijau, terong, daun bawang, dan kelapa masing-masing sebesar -0,01 persen.   BPS Kota Kediri juga mengingatkan sejumlah faktor yang perlu diwaspadai pada September 2026. Di antaranya adalah menjaga ketersediaan komoditas beras, telur ayam ras, daging ayam ras, serta berbagai komoditas pangan lainnya yang berpotensi terjadi peningkatan permintaan di tingkat konsumen. Selain itu, penyesuaian tarif BBM non-subsidi masih akan berlangsung. Dampak dari perubahan harga BBM berpotensi memberikan efek domino pada harga komoditas lainnya. Pada sektor pendidikan, memungkinkan terjadi perubahan tarif pada tingkat pendidikan tinggi.   Di lain kesempatan Noviana Rachmawati, (03/09) Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menyampaikan selama bulan Agustus 2026, meskipun ada momentum hari kemerdekaan RI yang berimplikasi dengan peningkatan kebutuhan dan kegiatan masyarakat, namun pasokan dan sebagian besar harga kebutuhan pokok di Kota Kediri masih stabil dan terkendali. Hal ini bisa dilihat dari grafik masing-masing komoditas yang tarsaji pada website https://sdegan.kedirikota.go.id.   Ia menyebutkan, beberapa upaya yang telah dilaksanakan oleh TPID Kota Kediri selama bulan Agustus dalam pengendalian inflasi antara lain: pemantauan harga harian komoditas kebutuhan pokok pada pasar pantau, koordinasi secara intens membahas tentang perkembangan harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras yang harganya selama bulan Agustus terus meningkat dan harga beras premium yang mengindikasikan indikator waspada.    "Di samping itu, sebagai upaya antisipasi terjadi inflasi di bulan September, TPID pada tanggal 4-6 September 2026 akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Balai Kota Kediri," ucapnya.    Noviana turut menghimbau masyarakat agar tidak panic buying dan berbelanja dengan bijak, karena Pemerintah Kota Kediri akan terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan komoditas serta kestabilan harga di berbagai sektor agar roda perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan.


4 September 2026 14
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%