Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) hari ini menggelar kegiatan Capacity Building bagi Forum Anak Kota Kediri, Kamis (25/6). Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kominfo Kota Kediri ini bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak agar lebih bijak dalam menggunakan gadget dan media sosial di era digital.   Salah seorang peserta, Ajeng, siswi kelas X SMKN 2 Kediri sekaligus anggota Forum Anak Kota Kediri, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya jadi mendapatkan ilmu tentang bermedia sosial dengan benar dan bijak. Sebelum mengikuti capacity building ini saya sering melontarkan kalimat candaan yang kurang pantas di media sosial. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih bisa menyaring dan memilah kata-kata yang pantas disampaikan serta memahami etika dalam bermedia sosial,” ungkapnya.   Ajeng juga berpesan kepada generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. “Pesan saya kepada teman-teman generasi muda, gunakan media sosial dengan bijak dan jangan mudah terprovokasi berita bohong. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang diterima sebelum membagikannya kepada orang lain,” ujarnya.   Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi digital anak sekaligus membekali mereka kemampuan dalam menyaring berbagai informasi yang diterima melalui internet.   “Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada Forum Anak Kota Kediri dalam menggunakan gadget dan media sosial agar mereka lebih berhati-hati, mampu menyaring informasi yang baik, dan menolak berita hoax serta informasi yang buruk. Saat ini informasi di media sosial dan internet sangat beragam dan tidak semuanya terfilter dengan baik, sehingga anak-anak harus memiliki kemampuan untuk bijak dalam memanfaatkan gadget,” ujarnya.   Kegiatan ini diikuti oleh 70 pengurus Forum Anak Kota Kediri yang berasal dari jenjang SMP hingga SMA/SMK. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai bijak bermedia sosial yang disampaikan oleh narasumber ahli dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri.   Fajri berharap setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat menjadi generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi pelopor dan pelapor ketika menemukan konten atau informasi yang tidak layak di media sosial. “Harapannya mereka dapat menjadi pelopor dan pelapor. Ketika menemukan informasi yang kurang baik, mereka dapat melaporkannya kepada Dinas Kominfo Kota Kediri agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” jelasnya.   Lebih lanjut, Fajri menuturkan bahwa kegiatan capacity building ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kota Kediri sebagai Kota Layak Anak (KLA). Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap hak partisipasi anak dalam pembangunan.   “Kami menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk pemenuhan hak partisipasi anak dalam pembangunan. Salah satu usulan kegiatan dari Forum Anak adalah capacity building dengan topik bagaimana mereka dapat memanfaatkan gadget khususnya media sosial secara bijak sekaligus mengurangi dampak negatifnya. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan dapat menghadapi tantangan dunia digital di masa depan dengan lebih baik serta memperoleh informasi yang layak dan bermanfaat,” tutupnya.


25 Juni 2026 39

Dinas Kesehatan Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan On The Job Training (OJT) Penanganan Stroke di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada 22–24 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas di Kota Kediri yang terdiri dari dokter, pengelola program stroke, dan perawat puskesmas di salah satu hotel di Kota Kediri.   dr. Hamidah, Sp.P, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri menjelaskan pelaksanaan OJT ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kasus stroke di tingkat pelayanan primer. Saat ini puskesmas menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan yang memiliki peran sangat vital dalam memberikan penanganan awal kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kebutuhan penting agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan optimal.   Selain itu, angka kasus hipertensi dan stroke terus menunjukkan tren peningkatan. Stroke menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kematian yang tinggi dan masih menduduki peringkat atas sebagai penyebab kematian. Kondisi tersebut menuntut adanya penanganan yang cepat dan tepat, mulai dari deteksi dini gejala, pertolongan pertama, sistem rujukan, hingga pendampingan pasca perawatan melalui rehabilitasi dan pemulihan.   Kegiatan OJT menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni dr. Alfian, Sp.N., dokter spesialis saraf RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri, dr. Rr. Hessi Harisawati, M.Kes., Sp.GK., dokter spesialis gizi klinik RSUD Gambiran Kota Kediri, dr. Indrawan Tri Purnomo, Sp.N., dokter spesialis saraf RS Bhayangkara Kediri, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.   Berbagai materi disampaikan selama kegiatan, mulai dari pengenalan gejala awal stroke, penanganan awal kasus stroke, sistem rujukan pasien, hingga tata laksana pemulihan pasca stroke. Peserta juga mendapatkan materi terkait peran gizi dalam penanganan stroke, termasuk asupan makanan yang dianjurkan maupun yang perlu dihindari oleh penderita stroke.   Dalam materi yang disampaikan dijelaskan bahwa alur penanganan stroke disesuaikan dengan kondisi pasien. Apabila pasien mengalami jatuh mendadak hingga tidak sadarkan diri, maka dapat langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tanpa memerlukan rujukan. Namun apabila pasien mengalami gejala seperti lemas pada salah satu sisi tubuh, mulut tampak asimetris, tekanan darah tidak stabil, dan masih dalam kondisi sadar, maka dapat terlebih dahulu datang ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.   Selain memahami tata laksana penanganan kasus, tenaga kesehatan juga didorong untuk memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat. Pasalnya, stroke umumnya berawal dari faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes melitus. Oleh karena itu, prinsip utama dalam pengendalian stroke adalah pencegahan sejak dini.   Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu meningkatkan upaya pencegahan melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining faktor risiko sehingga kasus dapat terdeteksi lebih awal dan segera ditindaklanjuti. Setelah mengikuti OJT ini, seluruh peserta diharapkan dapat memahami materi yang telah diberikan dan mengimplementasikannya dalam pelayanan kesehatan sehari-hari, sehingga penanganan kasus stroke di Kota Kediri dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terintegrasi.


25 Juni 2026 27

Di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, kemampuan mengelola keuangan secara cerdas dan bijak menjadi kebutuhan yang semakin penting, khususnya bagi kaum perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga. Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Penggerak PKK Kota Kediri bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menggelar Edukasi Keuangan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan (SICANTIK) di GOR Jayabaya, Selasa (25/6).   Sebanyak 125 pengurus dan anggota PKK mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Melalui program SICANTIK, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, penggunaan produk dan layanan keuangan secara bijak, serta upaya menghindari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang marak terjadi di era digital.   Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqah Azizah Muhammad Qowimuddin atau akrab disapa Ning Faiqoh menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi bekal penting bagi masyarakat di tengah semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan, mulai dari pinjaman daring hingga investasi digital. “Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan layanan keuangan berlangsung sangat cepat dan semuanya terasa semakin mudah diakses. Karena itu, literasi keuangan menjadi sangat penting. Tema yang diangkat hari ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi para ibu yang berperan besar dalam mengelola keuangan keluarga,” ujarnya.   Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan kebiasaan- kebiasaan baik yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menyusun perencanaan keuangan keluarga, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, hingga lebih teliti sebelum menggunakan layanan keuangan yang belum jelas legalitasnya.   Ning Faiqoh juga berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada diri masing-masing, melainkan dapat disebarluaskan kepada kader PKK, keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. “Saya berharap ibu-ibu dapat menjadi perpanjangan tangan untuk berbagi informasi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak warga yang memahami cara mengelola keuangan secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab,” tuturnya.   Sementara itu, Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri mengungkapkan bahwa tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia masih menunjukkan kesenjangan yang cukup signifikan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada di angka 66,46 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan, tetapi belum memahami risiko yang menyertainya.   Selain itu, kesenjangan juga masih terlihat pada indeks literasi dan inklusi keuangan. Literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 65,58 persen. "Kami ingin mengajak ibu-ibu untuk terus meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan. Melalui kegiatan ini, kami menyampaikan bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, mengenali dan menghindari aktivitas keuangan ilegal, serta menjadi pengguna teknologi yang cerdas. Ibu-ibu juga harus lebih bijak dalam menentukan aplikasi atau tautan yang aman untuk diakses dan diunduh melalui gawai,” jelas Ismirani.   Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya Wanti, anggota Pokja I Kelurahan Dandangan, yang membagikan pengalamannya dalam mengatur keuangan keluarga. “Semua pengeluaran saya catat, mulai dari kebutuhan makan, biaya sekolah anak, arisan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Dari situ saya bisa menghitung berapa yang harus ditabung dan memastikan pendapatan yang ada dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.   Menurut Wanti, edukasi literasi keuangan ini sangat penting bagi perempuan karena mereka merupakan pilar utama dalam mengelola keuangan keluarga. Ketika seorang ibu memiliki kemampuan finansial yang baik, maka dampak positifnya akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga. Sebagai pengurus PKK tingkat RW, dirinya siap untuk menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat melalui forum pleno di tingkat kelurahan.   “Harapannya, ibu-ibu semakin cakap dan bijak dalam mengelola keuangan keluarga. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.   Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri selaku Ketua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian serta perwakilan perbankan.


25 Juni 2026 32
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%