Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Sebagai upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan dunia, sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat Sekolah Dasar mulai tahun depan, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan kegiatan _Professional Development Workshop for English Teachers_, Jumat (14/8). Bertempat di Ruang Ki Hajar Dewantara, workshop ini mengangkat tema ‘Strengthening English Teachers and Tutors for Global Communication’. Workshop terselenggara melalui kerja sama Dinas Pendidikan Kota Kediri dengan The Mangrove Global. Sebanyak 73 peserta terpilih mengikuti workshop ini, yang terdiri dari guru Bahasa Inggris SD, guru Bahasa Inggris SMP, serta tutor program English Massive (E-MAS).    Dalam arahannya saat memberikan sambutan, Mandung Sulaksono Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri mengatakan terselenggaranya workshop ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan pengembangan profesional guru Bahasa Inggris serta tutor English Massive dalam menerapkan strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif, kreatif dan menyenangkan.   “Walikota Kediri ingin English Massive ini terus berkembang, salah satu poin yang ditekankan adalah bahwa program ini harus bisa diakses oleh seluruh siswa, tanpa ada diskriminasi karena tujuan utamanya adalah membantu anak-anak kita memudahkan belajar Bahasa Inggris,” ujarnya.   Ditambahkan Mandung, tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Inggris saat ini bukanlah ketidakpahaman anak, melainkan kurangnya rasa percaya diri untuk berbicara. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus menyenangkan agar tidak menimbulkan beban bagi siswa. “Sekolah diharapkan mampu membangun lingkungan belajar yang mendukung anak-anak berani berkomunikasi, baik dengan sesama teman maupun guru. Selain itu, English Massive yang ada di kelurahan juga diharapkan dapat mendukung pembelajaran Bahasa Inggris,” tambahnya.    Di sisi lain, Pemkot Kediri juga terus memperluas program English Massive, salah satu strategi yang dilakukan ialah dengan menambah spot E-Mas baru di SD dan SMP Kota Kediri. Mandung mengatakan untuk saat ini, telah ada 150 spot E-MAS yang sudah berjalan di seluruh kelurahan di Kota Kediri. Tidak hanya di lingkungan RT/RW, Dinas Pendidikan saat ini juga telah membuka spot E-MAS baru. Untuk tahap awal, spot E-MAS telah diluncurkan di 9 SMP dan 3 SD. “Dalam 3 bulan ini, spot yang ada di sekolah kita pantau terus untuk terus stabil dan meningkat. Kita hadirkan spot di sekolah untuk memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran setelah jam sekolah, bagi siswa yang memilih belajar di lingkungan tempat tinggal tetap dapat mengikuti spot E-MAS di sekitar rumah pada sore atau malam hari,” ungkapnya.    Workshop ini menghadirkan narasumber Yuta Otake, Teacher Trainer dari Amerika Serikat sekaligus CEO dari The Mangrove Global. Materi yang diberikan meliputi English For Global Communication, English Language Development, Effective English Teaching Strategies, serta Professional Development for English Teachers and Tutors. Selain pembekalan materi, peserta juga diajak praktik langsung.   Melalui worshop ini Mandung berharap kualitas guru dan tutor semakin meningkat sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. “Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris dan Tutor E-MAS secara berkelanjutan. Pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar dalam mempersiapkan generasi Kota Kediri untuk menghadapi komunikasi dan berbagai peluang di dunia global,” pungkasnya.   Di sela memberikan materi, Yuta Otake mengungkapkan pentingnya pengembangan profesional bagi guru. Menurutnya, guru rentan terjebak dalam rutinitas mengajar yang monoton. Sehingga pengembangan profesional penting karena dapat mendorong guru dan tutor untuk menemukan dan mencoba ide-ide baru. "Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa secara efektif, guru seharusnya mengurangi teori dan lebih memperbanyak partisipasi aktif dengan siswa," tandasnya.    Sementara itu, salah satu peserta, Agustin, guru SDN Bujel 2 yang sekaligus tutor menyambut positif pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan strategi untuk menciptakan suasana pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Agustin menambahkan, materi yang diberikan dalam workshop memberikan banyak tips dan trik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Dirinya berharap berbagai tips dan trik yang diperolehnya setelah mengikuti workshop dapat Ia praktikkan langsung sehingga membuat pembelajaran terasa lebih menarik, menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.   “Anak-anak biasanya masih terbatas dalam vocabulary dan kurang percaya diri ketika diminta maju ke depan kelas. Mereka membutuhkan support system dan lingkungan yang baik agar mereka berani untuk mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan karena merupakan bagian dari proses belajar,” ujarnya.


15 Agustus 2026 30

Pemerintah Kota Kediri melalui BKPSDM kembali menggelar kegiatan webinar Lentera MAPAN Seri 13, Kamis (13/9). Berkolaborasi dengan Dinas Kominfo, webinar mengusung tema “Digital Wisdom: Aman dan Bijak di Dunia Maya”, yang digelar secara daring dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.    Mengawali webinar, Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri Rony Yusianto mengatakan etika bergaul di ruang maya sama seperti di ruang nyata. Jika di dunia nyata dikenal istilah etiket, maka di dunia maya ada istilah _netiquette_ (etika berinternet) guna menjaga agar ruang digital tetap aman dan nyaman untuk bersosialisasi. Lebih lanjut dirinya menyampaikan berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 230 juta jiwa atau sekitar 81,7% dari total penduduk Indonesia.    “Angka yang sangat besar ini sebenarnya peluang sekaligus tantangan. Salah satu tantangannya adalah maraknya fenomena ‘NJOP’ (Narkotika, Judi Online dan Prostitusi) yang saat ini menjadi perhatian dan fokus pemerintah Indonesia,” jelas Rony.     Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi tantangan tersebut adalah menerapkan prinsip berpikir terlebih dahulu sebelum membagikan informasi apapun di dunia maya. Setiap informasi yang akan dibagikan perlu dipertimbangkan baik dari sisi keakuratan, manfaat maupun dampaknya bagi orang lain.    Selain itu, peningkatan literasi digital dan perlindungan data pribadi juga penting karena menjadi pijakan agar lebih nyaman dalam pergaulan, khususnya di dunia maya. Masyarakat tidak hanya harus menjaga data pribadi, tetapi juga menghormati dan melindungi data pribadi orang lain. Kebiasaan membagikan informasi pribadi secara sembarangan di media sosial perlu dihindari karena dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data.    Rony menuturkan perkembangan ruang digital juga diikuti dengan munculnya berbagai bentuk kejahatan siber. Masyarakat perlu mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari berbagai ancaman di dunia maya. Untuk itu, pada webinar hari ini materi mengenai ‘Bijak Bermedia Sosial di Era Digital’ dipaparkan lebih mendalam oleh Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kota Kediri, Nur Mufid.    “Ruang maya diciptakan untuk mempermudah kehidupan, maka dari itu harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan produktivitas kita. Untuk itu, selama ruang digital terus berkembang dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat perlu terus meningkatkan pengetahuannya mengenai etika serta keamanan digital,” pungkasnya.


14 Agustus 2026 41

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kediri mengikuti tahapan penilaian pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Rabu (12/8). Penilaian dilakukan secara daring bersama tim evaluator dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).    Tahapan ini menjadi momen penting untuk memaparkan komitmen Dispendukcapil dalam pembenahan pengelolaan pelayanan kependudukan di Kota Kediri. Kepala Dispendukcapil Kota Kediri, Marsudi Nugroho menjelaskan pencanangan Zona Integritas telah dilakukan sejak Tahun 2024. Sebelum melalui tahap penilaian, pihaknya telah menyusun dokumen dengan pendampingan dari Inspektorat sebagai Tim Penilai Internal (TPI).    Untuk penilaian hari ini, Marsudi memaparkan beberapa perubahan yang telah dilakukan sesuai Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang disampaikan kepada PAN-RB. Beberapa hal yang dipaparkan mencakup enam area penilaian ZI, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, manajemen sumber daya manusia, akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.   Marsudi menjelaskan pembangunan ZI bukan hanya berorientasi pada predikat, namun sebagai bentuk nyata membangun budaya kerja dan pelayanan yang berintegritas.“Dokumen kependudukan adalah hak dasar masyarakat. Karena itu, pelayanan harus gratis dan tidak ada percaloan. Kalau kita ingin membangun wilayah yang bebas dari korupsi, prinsip gratis ini harus benar-benar dipahami baik oleh penyelenggara maupun pengguna layanan, serta pihak yang melakukan pengawasan,” ujarnya.   Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan, Marsudi menambahkan Dispendukcapil Kota Kediri telah mengembangkan berbagai inovasi. Salah satu inovasi unggulan yang dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat adalah All in Kelurahan, yang diluncurkan oleh Walikota Kediri pada Tahun 2025 lalu. Melalui All in Kelurahan, pelayanan administrasi kependudukan dapat diakses hingga tingkat kelurahan melalui sistem SIAK. Langkah tersebut membuat masyarakat tidak harus datang ke kantor untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan.   Selain All-in Kelurahan, inovasi lain yakni Dukcapil Agen sebagai penghubung kebutuhan masyarakat dengan layanan administrasi kependudukan. Terdapat pula Jala Si Bahir (Kerjasama Pelayanan Terintegrasi Kepada Bayi Baru Lahir) yang berfokus pada penerbitan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) baru dan Kartu Identitas Anak (KIA) secara langsung saat bayi lahir serta KELAR (Kelurahan Lapor Kematian Cepat dan Tepat) untuk mempercepat pelaporan kematian. Menurut Marsudi pencatatan kelahiran dan kematian secara cepat dan akurat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas data kependudukan. Dengan data kelahiran dan kematian yang terpantau, data jumlah penduduk, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lainnya dapat terus diperbarui.   Setelah tahap penilaian, pihaknya siap menindaklanjuti sejumlah catatan dari tim evaluator, termasuk melengkapi dokumen yang masih diperlukan. Pemenuhan dokumen tersebut diupayakan dapat diselesaikan secepatnya. “Kita optimis, semoga dari hasil penilaian ini kita bisa lolos, tidak hanya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) secara formal dari KemenPAN-RB, tetapi juga semakin memperkuat budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.  


13 Agustus 2026 52
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%