Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Guna meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah dalam mengelola arsip digital dan tata naskah dinas secara elektronik, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Bimtek Implementasi aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Terintergrasi), Rabu (14/10) di Ruang Rapat BKPSDM. Bimtek akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 13- 15 September 2026 dan diikuti perwakilan dari seluruh OPD.     Penerapan aplikasi Srikandi merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Keberhasilan penerapan aplikasi ini tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, namun juga kesiapan SDM, komitmen pimpinan serta konsistensi seluruh perangkat daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum, Moh. Ridwan saat membuka kegiatan. “Penerapan aplikasi Srikandi merupakan tanggungjawab bersama. Untuk itu, diharapkan seluruh peserta bisa membangun komitmen bersama agar dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan baik dan sesuai regulasi,” ujarnya.   Ridwan berharap hasil dari bimbingan teknis ini tidak berhenti setelah kegiatan ini, tetapi bisa ditindaklanjuti dengan penerapan di masing-masing OPD. “Jangan sampai kita menggunakan aplikasi tetapi belum mampu memanfaatkannya secara optimal. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi ini benar- benar bisa memberikan manfaat bagi peningkatan kinerja perangkat daerah dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.    Dengan komitmen dan kerjasama yang baik, Ridwan berharap transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Kediri dapat berjalan lancar. “Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang modern, profesional dan akuntabel. Saya mengajak seluruh OPD untuk mendukung penerapan aplikasi Srikandi dengan penuh tanggungjawab dan semangat kolaborasi,” ajaknya.    Sementara itu, Kepala Disarpus Zachrie Ahmad menjelaskan bahwa aplikasi Srikandi merupakan aplikasi yang wajib diterapkan di instansi pemerintah, baik tingkat pusat maupun daerah. Aplikasi ini merupakan bagian dari delapan aplikasi umum yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital. “Kami mengundang perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) agar seluruh pihak yang terlibat dapat memperoleh pemahaman yang sama dan mendukung kelancaran penerapan aplikasi tersebut,” terangnya.   Dalam pelaksanaannya, setiap ASN nantinya akan memiliki akun masing-masing untuk mengakses aplikasi sesuai dengan kewenangan yang diberikan. Untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para peserta, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menghadirkan Narasumber dari ANRI (Arsip Nasional Repulik Indonesia). “Harapan kami, melalui penerapan aplikasi Srikandi, proses surat menyurat dan administrasi pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Kediri dapat berjalan semakin lancar, efektif dan efisien. Aplikasi ini mendukung proses administrasi secara terintegrasi baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya.    Selain memberikan kemudahan dalam pengelolaan dokumen, penerapan aplikasi Srikandi juga diharapkan dapat mendukung keamanan dan keteraturan administrasi pemerintahan. Dengan sistem yang terintegrasi, pengelolaan arsip dan persuratan dapat dilakukan secara lebih tertata.


14 Oktober 2026 21

Pemerintah Kota Kediri melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri, Selasa (13/10). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempersiapkan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2026 melalui penguatan koordinasi, evaluasi, dan penyusunan rencana strategis program UKS/M di Kota Kediri. Rakerda tersebut menghadirkan narasumber dari Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur.   Kepala Bagian Kesra Kota Kediri, Miftahur Rozak, menjelaskan bahwa UKS/M memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, pelaksanaan UKS/M perlu dilakukan secara terarah dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, puskesmas, keluarga, hingga masyarakat.   Menurutnya, terdapat sejumlah aspek utama yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan UKS/M. Pertama, pendidikan kesehatan melalui pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, serta pencegahan anemia. Kedua, pelayanan kesehatan yang meliputi penjaringan dan pemeriksaan kesehatan peserta didik serta pemantauan status gizi, tinggi badan, dan berat badan.   Ketiga, pembinaan lingkungan sekolah sehat, antara lain melalui penyediaan air bersih, sarana cuci tangan, serta pemeliharaan toilet yang bersih dan layak. Keempat, penguatan kelembagaan UKS/M melalui pembentukan dan pengaktifan Tim Pembina serta Tim Pelaksana UKS/M, disertai penyusunan program kerja dan rencana kegiatan. Aspek tersebut juga perlu didukung koordinasi lintas sektor serta monitoring dan evaluasi secara berkala.   Sejalan dengan hal tersebut, Rakerda UKS/M Kota Kediri tahun 2026 menetapkan lima agenda prioritas. Agenda tersebut meliputi penguatan koordinasi dan kelembagaan Tim Pembina UKS/M; peningkatan kualitas pelaksanaan Trias UKS/M; penguatan pelayanan kesehatan dan pemenuhan sarana sekolah sehat; peningkatan peran sekolah, puskesmas, keluarga, dan masyarakat; serta penetapan target, indikator keberhasilan, monitoring, dan evaluasi.   Rozak menambahkan, pada tahun 2026 Pemerintah Kota Kediri menargetkan dapat meraih penghargaan Swasti Saba dengan predikat Wistara dalam penilaian KKS. Untuk mendukung target tersebut, berbagai upaya akan terus didorong, termasuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah, meningkatkan pelayanan kesehatan peserta didik, menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, dan memperkuat sinergi lintas sektor.   “Melalui penguatan pelaksanaan UKS/M, kami berharap tercipta lingkungan sekolah yang sehat serta sinergi lintas sektor yang semakin baik. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama mewujudkan generasi Kota Kediri yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter,” harapnya.   Melalui Rakerda ini, Pemerintah Kota Kediri berharap program UKS/M dapat terlaksana secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Tidak hanya untuk mendukung kesiapan penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2026, penguatan UKS/M juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung kualitas generasi penerus di Kota Kediri.  


14 Oktober 2026 22

Pemerintah Kota Kediri kembali menghadirkan Webinar Lentera Mapan Seri 14 dengan mengangkat tema “Influenza dan ISPA: Kenali, Waspadai, Lindungi Kesehatan Bersama”, Selasa (6/10). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenali gejala, memahami kelompok rentan, serta mengetahui langkah pencegahan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan.    dr. Enrico Kuswahyuliawan, dokter konsultan Sobat Dokter Kota Kediri selaku narasumber menjelaskan bahwa influenza memiliki beberapa tipe dan saat ini influenza tipe A tengah banyak diperbincangkan. Sementara itu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan manusia.   “ISPA itu merupakan suatu kelompok penyakit, bukan hanya satu penyakit. Sedangkan influenza tipe A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menjadi salah satu bagian dari ISPA. Jadi, kalau menderita ISPA belum tentu menderita influenza tipe A, tetapi kalau menderita influenza tipe A sudah pasti termasuk ISPA,” jelasnya.   Lebih lanjut, dr. Enrico mengatakan karena influenza dan ISPA menyerang saluran pernapasan, gejala yang muncul umumnya berkaitan dengan saluran pernapasan. Namun, gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus.   Beberapa gejala yang umum ditemukan antara lain: demam dengan suhu di atas 37,5 derajat celsius, batuk, pilek, hidung tersumbat, pusing, meriang, serta nyeri otot dan sendi. Dalam istilah medis, kondisi tersebut dapat disebut sebagai flu syndrome atau kumpulan gejala yang menyerupai influenza.   “Penyakit yang disebabkan virus pada dasarnya bisa sembuh dengan sendirinya apabila kondisi imun tubuh dalam keadaan baik. Tetapi, penyakit virus juga dapat berkembang menjadi lebih berat pada kelompok tertentu yang rentan,” terangnya.   Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih, antara lain: kelompok usia yang terlalu muda maupun terlalu tua, orang dengan gangguan kekebalan tubuh seperti pasien autoimun dan HIV, penderita penyakit kronis, serta mereka yang memiliki penyakit paru-paru seperti asma. Selain itu, orang yang sering beraktivitas di area publik atau fasilitas umum juga memiliki potensi lebih besar terpapar karena tingginya interaksi dengan orang lain.   Sementara itu, Erwanto, Kepala Bagian Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri sebagai narasumber, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA melalui sistem surveillance atau pengawasan yang dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit.   “Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas surveillance yang ada di puskesmas dan rumah sakit karena sudah aktif memantau dan melaporkan kepada kami. Dari laporan tersebut, kami bisa melihat rekap kasus mulai minggu ke-31 sampai minggu ke-38 dan memang ada peningkatan,” ujarnya.   Berdasarkan pemantauan Dinkes Kota Kediri, kasus ISPA pada minggu ke-31 tercatat sebanyak 643 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 1.514 kasus pada minggu ke-38. Meski demikian, Erwanto menegaskan bahwa peningkatan tersebut masih berada dalam koridor yang relatif normal apabila dibandingkan dengan kejadian pada periode yang sama tahun 2025.   Terkait adanya peningkatan kasus influenza tipe A, Dinkes Kota Kediri juga telah menerima surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengenai kewaspadaan terhadap peningkatan kasus. Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama rumah sakit dan puskesmas terkait Sistem Kewaspadaan Dini (SKD).   Selain itu, Dinkes Kota Kediri telah menerbitkan surat edaran kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Kediri terkait kewaspadaan terhadap ISPA. Surat tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada sekolah-sekolah di Kota Kediri.   Erwanto menjelaskan, sekolah menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena merupakan tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi menjadi lokasi penyebaran penyakit. Untuk itu, sekolah diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya peningkatan kasus influenza tipe A.   “Kami meminta bantuan guru dan orang tua untuk ikut memantau. Apabila terdapat kasus di sekolah, diharapkan bisa segera diinformasikan kepada puskesmas atau Dinas Kesehatan sehingga dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.   Melalui Webinar Lentera Mapan Seri 14, Pemkot Kediri berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai ISPA dan influenza, mulai dari gejala, kelompok yang rentan, hingga langkah penanganannya.   Erwanto mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi perkembangan kasus influenza tipe A dan ISPA, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.   “Harapan kami, dengan ilmu yang disampaikan narasumber, kita menjadi lebih tahu tentang penyakit ISPA mulai dari gejala hingga penanganannya. Setelah mengetahui perkembangan kasus ISPA di Kota Kediri, kami mengimbau masyarakat agar jangan takut, tetapi tetap waspada. Dengan begitu, kita bersama-sama bisa menanggulangi kasus ini agar tidak semakin bertambah,” pungkasnya.


7 Oktober 2026 100
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%