Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan guna menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi gejolak harga di masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari oleh petugas DKPP di sejumlah pasar tradisional, di antaranya: Pasar Setono Betek, Pasar Bandar, dan Pasar Pesantren seperti yang terselenggara pada hari ini, Kamis (30/7).   Un Achmad Nurdin, Kepala DKPP Kota Kediri, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan harga, sementara sebagian lainnya masih berada pada harga yang stabil.   "Harga beras premium saat ini berada di angka Rp15.400 per kilogram dan tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Sementara minyak goreng curah tercatat Rp18.900 per liter. Telur ayam ras turun menjadi Rp23.833 per kilogram dari sebelumnya Rp24.166. Di sisi lain, daging ayam ras naik menjadi Rp35.167 dari Rp34.333 per kilogram. Cabai merah besar naik menjadi Rp34.667, cabai merah keriting Rp35.000, dan cabai rawit Rp47.333 per kilogram," jelasnya.   Pihaknya juga menerangkan, kenaikan harga beras premium sempat menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, kenaikan tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah produsen yang belum memasuki masa panen sehingga produksi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, kenaikan harga minyak goreng curah dipengaruhi mekanisme pasar karena harga komoditas tersebut saat ini mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Lain halnya dengan daging ayam ras, kenaikan dipicu karena meningkatnya jumlah permintaan dibandingkan produksi di tingkat peternak.   Adapun kenaikan harga aneka cabai dan bawang dipengaruhi oleh musim kemarau yang menyebabkan sejumlah lahan hortikultura mengalami keterbatasan air, sehingga produksi menurun. Kondisi tersebut berdampak pada fluktuasi harga di tingkat pasar.   Meski demikian, Un Achmad Nurdin memastikan ketersediaan pasokan pangan di Kota Kediri masih dalam kondisi aman. Pemerintah Kota Kediri juga terus memantau perkembangan harga dan siap melakukan intervensi apabila diperlukan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti Perum Bulog, PG Pesantren, dan mitra strategis lainnya.   "Kami berharap harga komoditas tetap stabil, pasokan pangan aman, dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Kota Kediri juga diuntungkan karena merupakan daerah transit perdagangan. Berbagai daerah produsen memasok komoditas ke Kota Kediri sehingga meskipun bukan daerah penghasil, ketersediaan pangan di Kota Kediri tetap melimpah dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan," pungkasnya.


31 Juli 2026 34

Guna memastikan kesiapan mental dan fisik calon Paskibraka sebelum mengikuti pemusatan latihan, Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyelenggarakan kegiatan Tantingan, Kamis (30/7) di Ruang BKPSDM. Tahap tantingan ini diikuti oleh 70 calon Paskibraka yang merupakan pelajar terpilih tingkat SLTA se-Kota Kediri. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kondisi kesehatan peserta, mengingat pada tahap sebelumnya terdapat beberapa calon Paskibraka yang mengalami cedera maupun gangguan kesehatan.    Salah satu peserta Ali Solahudin, siswa SMA Negeri 7 Kota Kediri membagikan pengalamannya dalam mengikuti seleksi Paskibraka. Ia menuturkan motivasinya mengikuti Paskibraka ialah ingin membanggakan orang tuanya. Ia merasa bersemangat, terharu dan bangga setiap kali mendengar derap langkah pasukan Paskibraka. Untuk menghadapi seleksi, Ali mengaku telah menyiapkan fisiknya jauh hari melalui rutinitas olahraga seperti sepak bola dan futsal sejak SMP. Untuk persiapan seleksi, dirinya belajar untuk pemantapan materi TWK dan TIU.    Bagi Ali, tahap Kesamaptaan menjadi tantangan paling berkesan karena seluruh peserta berjuang keras menunjukkan performa fisik terbaiknya. Meski tidak menghadapi kendala selama proses seleksi, Ali mengaku sempat merasa gugup. Rasa gugup tersebut kemudian Ia atasi dengan menanamkan kesadaran dalam dirinya bahwa kesempatan ini adalah wujud dari doa yang selama ini Ia harapkan. Berbekal dukungan penuh dari keluarga dan teman-teman sekolahnya, Ali berharap generasi muda di Kota Kediri dapat terus menanamkan rasa cinta tanah air yang lebih mendalam.   Berbeda dengan Kaima Adnan Husna, siswi MAN 1 Kota Kediri yang menceritakan motivasinya mengikuti seleksi Paskibraka adalah impiannya sejak kecil. Pengalaman menjadi Paskibraka juga sudah Ia rasakan sejak di bangku MTs. Dari tahap Tantingan ini, Kaima memperoleh pelajaran berharga yakni pembentukan karakter serta wawasan kebangsaan. “Dari fisik dan mental alhamdulillah sudah dilatih sehingga siap mengikuti pemusatan latihan, dari orang tua juga selalu memberikan doa dan semangat. Semoga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus nanti dapat berjalan lancar serta mampu menginspirasi penerus Paskibraka berikutnya untuk semakin cinta tanah air,” pungkasnya.   Secara terpisah, Plt Kepala Bakesbangpol Samsul Bahri menegaskan seluruh calon Paskibraka menyatakan kesiapan dan tidak ada yang mengundurkan diri. “Hari ini kita pastikan para calon Paskibraka benar-benar siap mengikuti pemusatan latihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 15 Agustus di Lapangan Brawijaya. Berbeda dengan tahun lalu ada satu orang mundur saat tantingan dan harus digantikan nomor urut berikutnya, alhamdulillah tahun ini seluruh calon Paskibraka menyatakan siap untuk mengikuti seluruh tahapan,” ujarnya.   Selanjutnya, pengukuhan calon Paskibraka dijadwalkan pada 15 Agustus sore hari, dilanjutkan dengan gladi dan persiapan akhir pada 16 Agustus sebelum bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus nanti.   Selain persiapan fisik, para calon Paskibraka juga mendapatkan pembekalan materi dan pengarahan langsung dari jajaran Forkopimda Kota Kediri. Antara lain dari Polres Kediri Kota, Pj. Sekretaris Daerah hingga Ketua DPRD Kota Kediri yang berbagi pengalaman dan memberikan pembekalan karakter dan kiat meraih cita-cita kepada calon Paskibraka.   Adapun untuk seleksi dan penjaringan Paskibraka tahun ini, Samsul menjelaskan seluruh proses berpedoman penuh pada aturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat yang berlaku secara nasional. Dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), pemeriksaan kesehatan, parade Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes kesamaptaan jasmani, hingga seleksi kepribadian melalui wawancara. “Seluruh proses menggunakan aplikasi bernama Transparansi Paskibraka. Mulai Pendaftaran awal, pengunggahan berkas, hingga pengumuman nilai tercantum secara transparan di aplikasi tersebut,” tuturnya.    Dengan tim seleksi yang terdiri dari gabungan unsur seperti Kodim 0809, Brigif 16 Wira Yudha, Dinas Kesehatan, Disbudparpora, Bakesbangpol serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Kediri. Tahun ini tercatat lebih dari 400 siswa dari jenjang SMA/MA di Kota Kediri mengikuti proses seleksi. Setelah melalui tahapan seleksi dengan sistem gugur, terpilih 72 peserta yang terdiri dari 36 putra dan 36 putri. Dari jumlah tersebut, 70 peserta akan bertugas sebagai Paskibraka Kota Kediri, sementara dua peserta terbaik dipercaya mewakili Kota Kediri pada seleksi dan penugasan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.   Samsul berharap seluruh peserta mampu menjaga kondisi kesehatan, mematuhi seluruh aturan selama proses pelatihan maupun dalam kehidupan sehari-hari, serta terus membangun mental yang kuat sebagai fondasi ketahanan fisik. Dengan persiapan yang matang, para calon Paskibraka diharapkan mampu mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar Bendera Merah Putih sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, disiplin dan jiwa kepemimpinan.


30 Juli 2026 41

Guna mewujudkan sekolah yang aman bagi siswa, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi dan Advokasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, Rabu (29/7/2026), di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 8.00 WIB ini diikuti sebanyak 230 kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri dan swasta se-Kota Kediri sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.   Saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan, Mandung Sulaksono, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap anak usia dini masih menjadi perhatian bersama. Sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan, satuan PAUD perlu dibekali pemahaman serta strategi yang tepat dalam mencegah maupun menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.    "Melalui sosialisasi ini kami berupaya meningkatkan kapasitas dan wawasan tenaga pendidik se-Kota Kediri agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Tujuan utamanya adalah membangun komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah ramah anak," ujarnya.   Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Kediri serta Ketua Forum Kediri Kota Sehat mengenai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.   Dalam arahannya, Mandung menekankan bahwa pencegahan kekerasan di sekolah harus dimulai sejak hari pertama anak memasuki lingkungan belajar. Momentum penerimaan peserta didik baru menjadi masa adaptasi yang sangat menentukan bagi anak dalam membangun rasa aman dan nyaman di sekolah. "Pada masa adaptasi ini, kuncinya ada pada bapak dan ibu guru. Ciptakan suasana yang penuh kegembiraan, kehangatan, dan nuansa keibuan sehingga kesan pertama anak terhadap sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Anak akan merasa nyaman karena gurunya ramah, dan itu menjadi kunci awal keberhasilan proses pembelajaran," jelasnya.   Ia menambahkan, pembelajaran pada hari-hari pertama sekolah menjadi fondasi penting untuk membuka semangat anak dalam belajar. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu memahami karakteristik peserta didik usia dini sehingga dapat mengantisipasi berbagai potensi permasalahan, seperti pertengkaran antarsiswa maupun perilaku anak yang membutuhkan penanganan khusus.   Terkait mekanisme penanganan apabila terjadi dugaan kekerasan di satuan pendidikan, pihak sekolah dapat melaporkan kepada pengawas sekolah yang selanjutnya diteruskan ke bidang terkait di Dinas Pendidikan sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Selain itu, Pemerintah Kota Kediri juga berencana mengaktifkan kembali Klinik Pendidikan sebagai wadah pendampingan dan penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan sekolah, termasuk kasus kekerasan terhadap anak. Klinik tersebut nantinya akan melibatkan psikolog, guru BK, serta tenaga pendidik sehingga diharapkan mampu memberikan solusi yang komprehensif.   "Melalui kegiatan sosialisasi ini, Saya berharap seluruh satuan PAUD di Kota Kediri semakin memperkuat budaya sekolah ramah anak serta mampu menghadirkan proses belajar mengajar yang menyenangkan, aman, dan penuh makna bagi setiap peserta didik," tutupnya. 


29 Juli 2026 32
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%