Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban jiwa serta kerusakan saat terjadi keadaan darurat, Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gencar melakukan edukasi dan simulasi mitigasi bencana. Kegiatan ini menyasar ke beberapa sekolah, universitas, instansi hingga organisasi masyarakat di Kota Kediri. Untuk hari ini, Senin (15/6) kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana digelar di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Putra Asih Kota Kediri. Kegiatan melibatkan sebanyak 140 siswa berkebutuhan khusus dari jenjang SDLB hingga SMALB.   Dalam sosialisasi ini, para siswa diajarkan dasar-dasar penyelamatan diri seperti mencari titik aman berlindung saat gempa bumi serta jalan evakuasi mandiri ketika menghadapi situasi darurat. “Esensi utama dari penanggulangan bencana justru terletak pada tahap prabencana, yaitu melalui sosialisasi, edukasi dan simulasi. Ini sebagai upaya pencegahan supaya tidak menimbulkan banyak korban jiwa, karena ketidaktahuan dan kepanikan sering kali menjadi pemicu utama timbulnya korban jiwa ketika bencana terjadi,” terang Joko Ariyanto, Kepala BPBD Kota Kediri saat membuka kegiatan.   Selain materi mitigasi, para guru pendamping juga mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), seperti teknik pembalutan luka, penanganan awal patah tulang, serta pemanfaatan alat-alat sederhana yang ada di sekitar sebagai sarana evakuasi darurat.    Melalui kegiatan ini, Joko berharap dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada peserta hari ini, tetapi dapat terus diwariskan kepada siswa-siswa berikutnya sehingga tercipta sekolah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.   Sementara itu, Rahmah Hidayah Solikhatin Kepala SLB-B Putra Asih Kota Kediri menjelaskan bahwa kolaborasi dengan BPBD dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih visual dan aplikatif bagi para siswa. "Anak-anak kami membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak melalui visualisasi dan praktik langsung. Karena itu, kami menghadirkan BPBD agar siswa memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana," ujarnya.   Rahmah menambahkan bahwa para siswa nantinya akan lebih banyak berinteraksi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dasar kebencanaan sejak dini agar mampu melindungi diri sendiri.   Sekolah juga memanfaatkan kegiatan ini untuk meminta pendampingan BPBD dalam memetakan kembali jalur evakuasi yang aman di lingkungan sekolah. Setelah pelatihan berlangsung, Rahmah mengatakan sekolah akan melaksanakan simulasi mandiri guna mengukur sejauh mana pemahaman siswa dan guru pendamping terhadap materi mitigasi yang telah diberikan.  


15 Juni 2026 80

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelenggarakan kegiatan Komitmen Aksi Bersama Cegah Bahaya Narkoba, Jumat, (12/6). Kegiatan dilakukan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan obat-obat terlarang narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza).    Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melibatkan puluhan mahasiswa di Kota Kediri sebagai agen informasi dan edukasi bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu, dalam kegiatan yang diselenggarakan di salah satu hotel tersebut, Dinas Kesehatan juga mengundang para penanggung jawab program kesehatan jiwa dari beberapa Puskesmas di Kota Kediri.   "Kita libatkan para mahasiswa agar setelah kegiatan ini mereka bisa memberikan ilmunya atau menyampaikan informasi yang sudah diperoleh kepada teman-temannya di lingkungan kampus, tempat tinggal, serta masyarakat luas," terang Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Hamida saat memberikan keterangannya secara terpisah.   Selain edukasi, upaya pencegahan lain dilakukan dengan melakukan program _screening_ kesehatan secara berkala di Puskesmas, sekolah, masyarakat, hingga Lembaga Pemasyarakatan. Melalui _screening_ tersebut, jika ditemukan adanya masalah atau indikasi penyalahgunaan, Dinas Kesehatan akan memfasilitasi proses rehabilitasi ke rumah sakit atau ke BNN.    dr Hamida menambahkan banyak faktor pemicu penyalahgunaan narkoba. Antara lain pengaruh pergaulan, kemudahan akses internet, rasa penasaran untuk mencoba, hingga kurangnya keharmonisan dan perhatian di dalam keluarga. "Jadi peran orang tua penting untuk membangun pola asuh (parenting) yang komunikatif. Orang tua diharapkan bisa memposisikan diri sebagai sahabat anak agar anak tidak merasa kesepian atau mencari pelarian di luar rumah, terlebih saat masa transisi anak-anak menuju remaja yang rentan dan mudah terpengaruh," tegasnya.    Melalui komitmen bersama serta peran aktif keluarga, dr Hamida berharap dapat mewujudkan Kota Kediri yang bersih dari narkoba demi menyelamatkan generasi muda dan aset bangsa.   Di tempat yang sama, Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan dalam paparannya mengatakan secara nasional, data penyalahgunaan narkoba saat ini mencapai 2,11 persen. Hal ini menjadi peringatan dan perhatian serius untuk semua daerah, khususnya di Kota Kediri. Terlebih perkembangan Kota Kediri yang semakin pesat dengan hadirnya bandara, akses jalan tol, serta tingginya mobilitas penduduk dan mahasiswa menjadikan wilayah ini memiliki potensi kerawanan terhadap peredaran narkoba.   Yudha menegaskan, peran serta masyarakat sangat penting untuk membantu BNN maupun Pemerintah Kota Kediri agar Kota Kediri bersih dari narkoba. Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain perubahan fisik seperti tubuh semakin kurus, mata cekung, atau berjalan sempoyongan; perubahan sosial berupa kecenderungan menyendiri dan menjauh dari lingkungan; serta perubahan psikologis seperti emosi yang tidak stabil dan mudah marah.     "Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat korban mendapatkan penanganan dan rehabilitasi sehingga tidak terjerumus menjadi pecandu berat atau bahkan dimanfaatkan sebagai kurir maupun pengedar narkoba," jelasnya.   Terakhir, Yudha mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkoba. Pemuda harus memiliki ketahanan diri yang kuat untuk menolak penyalahgunaan narkoba.    


12 Juni 2026 153

Masyarakat Kota Kediri belakangan ini merasakan suhu udara yang lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal dengan istilah bediding tersebut merupakan kondisi yang wajar terjadi saat musim kemarau.   Joko Arianto, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, menjelaskan bahwa wilayah Kediri Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini sedang mengalami fenomena bediding, yakni penurunan suhu udara secara drastis yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.   "Fenomena ini merupakan hal yang wajar karena wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau sejak bulan Mei. Penyebab utamanya adalah aliran angin timuran yang membawa massa udara dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia," jelas Joko.   Menurutnya, karakteristik udara yang dingin dan kering tersebut mengurangi pembentukan awan. Akibatnya, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tanpa terhalang lapisan awan, sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.   Pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG Dhoho Kediri yang memprediksi fenomena bediding akan berlangsung sepanjang musim kemarau, yakni sekitar bulan Mei hingga September. Selain menyebabkan suhu udara lebih dingin, fenomena ini juga berdampak pada menurunnya kelembapan udara dan meningkatnya kecepatan angin.    "Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kulit kering, meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia," ujarnya.   Untuk itu, Joko mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi kesehatan selama fenomena bediding berlangsung. Masyarakat disarankan menggunakan pakaian yang lebih hangat saat malam hingga pagi hari, memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.   BPBD Kota Kediri juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi bersama sejumlah perangkat daerah. Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BPBD melakukan koordinasi terkait potensi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. DKPP telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, salah satunya dengan melakukan penyesuaian pola tanam dan pola panen guna mengurangi risiko gagal panen.   Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan PDAM Tirta Dhaha untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas beberapa titik sumur bor yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi kekurangan pasokan air bersih.   Di sektor kesehatan, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi muncul selama fenomena bediding berlangsung. Sementara itu, informasi perkembangan cuaca terkini dari BMKG secara rutin diteruskan kepada DKPP dan Dinas Kesehatan sebagai bahan antisipasi dan penanganan.   Joko juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang rokok sembarangan dan tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran. Seluruh instansi terkait sudah siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mengantisasi dampak musim kemarau dan fenomena bediding ini," tegasnya.   Apabila masyarakat menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan terkait dampak musim kemarau, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Lapor Mbak Wali 112 yang akan meneruskan laporan kepada instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.  


11 Juni 2026 220
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%