Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menerima kunjungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI untuk menggelar Pengawasan Harga dan Mutu Beras Tahun 2026, Kamis (10/9). Kegiatan yang berlangsung di Pasar Setono Betek dan Hypermart tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Satgas Pangan Polres Kediri, serta Perum Bulog Kediri.   Adapun tujuan pelaksanaan pengawasan untuk memastikan stabilisasi harga, ketersediaan, mutu, serta kelancaran distribusi beras di Kota Kediri, khususnya di tingkat pedagang dan konsumen.   Asep Herdiana, Analis Ketahanan Pangan Madya Bapanas RI, mengemukakan hasil pengawasan menunjukkan kondisi penjualan beras di Kota Kediri dalam keadaan aman. Baik dari sisi stok, harga, maupun arus distribusi, saat ini tidak ditemukan persoalan yang perlu dikhawatirkan.   “Setelah kita melihat dari sisi harga dan ketersediaan di Pasar Setono Betek dan Hypermart, stok, harga, dan arus distribusi aman. Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET), semuanya masih dalam batas yang aman, baik beras SPHP maupun premium,” jelasnya.   Asep menambahkan, kondisi harga beras di Kota Kediri juga relatif terkendali dibandingkan dengan sejumlah daerah lain yang mengalami kecenderungan peningkatan harga. Untuk beras premium, harga masih berada pada batas HET, yakni Rp14.900 per kilogram.   Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan yang dapat terjadi akibat faktor produksi maupun distribusi. Sebelumnya, keterbatasan stok sempat terjadi akibat musim kemarau yang berdampak pada penurunan hasil panen sehingga berpengaruh terhadap distribusi.   Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pemerintah telah menyiapkan berbagai intervensi, salah satunya melalui Gerakan Pasar Murah (GPM). Program tersebut dilakukan dengan menggandeng produsen beras untuk menyediakan komoditas dengan harga maksimal sesuai HET. “Kita harapkan di Kota Kediri tidak ada gejolak. Untuk bulan depan, dari sisi produksi dan ketersediaan masih cukup. Yang perlu kita lihat adalah distribusinya. Insyaallah tidak ada kelangkaan dan harganya tetap stabil,” ujarnya.   Sementara itu, Bagus Alit, Kepala Disperdagin Kota Kediri, mengatakan pengawasan hari ini menyasar pedagang beras di Pasar Setono Betek dan Hypermart. Di Pasar Setono Betek, dari empat kios yang diperiksa, seluruhnya menunjukkan kondisi yang aman, baik dari sisi harga, kualitas, kemasan, maupun ketersediaan stok.   “Intinya hari ini kami melakukan sidak kepada pedagang pasar di Setono Betek. Ada empat kios yang kami cek dan hasilnya alhamdulillah aman. Dari sisi harga Rp14.900 per kilogram, kemudian kualitas dan kemasannya juga sudah dicek oleh Bapanas dan semuanya aman. Harga normal dan stok juga aman,” ungkapnya.   Bagus menjelaskan, selain melakukan pengawasan secara langsung, Pemkot Kediri juga melakukan pemantauan harga secara rutin. Informasi perkembangan harga tersebut kemudian dipublikasikan melalui website Sistem Deteksi Dini Gejolak Harga Pangan (S-Degan) dan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jawa Timur (Siska Perbapo). Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh informasi harga pangan secara lebih mudah dan transparan.   “Kalau mulai ada gejolak harga, kami akan bekerja sama dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar murni (OPM). Jadi kami terus memantau agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” jelasnya.   Di sisi lain, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun beras. Dengan kondisi stok yang masih aman dan distribusi yang terkendali, masyarakat diharapkan tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. “Imbauan kami kepada masyarakat, belanja dengan bijak dan jangan menimbun, karena stok beras saat ini masih aman,” pungkas Bagus.     Dari sisi pedagang, kondisi distribusi yang kembali lancar turut membantu pedagang menjual beras sesuai dengan HET. Sugeng, salah satu pedagang beras di Pasar Setono Betek, mengatakan saat ini akses terhadap distributor beras berjalan dengan mudah sehingga pedagang dapat memperoleh harga awal yang lebih terjangkau.   “Sekarang sudah bisa masuk ke distributor, jadi saya tidak membeli di toko-toko besar dan bisa mengikuti HET. Kulakan Rp74.000 per lima kilogram, saya jual Rp74.500 per lima kilogram atau sesuai HET,” kata Sugeng.   Ia mengaku peran distributor yang memperpendek rantai distribusi sangat membantu pedagang. Sugeng juga menyampaikan bahwa saat ini baik beras premium maupun beras SPHP sama-sama diminati masyarakat, sementara stok di tokonya juga dalam kondisi cukup.   Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi pedagang dalam menetapkan HET, sehingga terdapat ruang keuntungan yang lebih baik bagi pedagang. Meski demikian, ia menilai kelancaran jalur distribusi saat ini memberikan dampak positif bagi pedagang.


10 September 2026 40

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan mennggelar sosialisasi program Bantuan Pemerintah (Banpem) sarana keterampilan menulis bagi siswa jenjang SD/ sederajat, Kamis (10/9) di Ruang Ki Hajar Dewantara. Untuk kelancaran sosialisasi, kegiatan dibagi dalam 2 sesi. Pada sesi 1, Dinas Pendidikan mengundang seluruh kepala sekolah dan operator SD negeri atau swasta dari Kecamatan Mojoroto dan Kota. Sedangkan di sesi 2, mengundang seluruh kepala sekolah dan operator SD negeri atau swasta dari Kecamatan Pesantren.    Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan berdasarkan regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bantuan sarana keterampilan menulis tersebut diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2 SD/ sederajat baik negeri maupun swasta di Indonesia, salah satunya Kota Kediri.   “Bantuan diberikan dalam bentuk barang dengan besaran Rp91.000 per siswa. Rencananya, dana bantuan akan ditransfer langsung oleh Kementerian ke rekening sekolah pada bulan September. Selanjutnya 45 hari setelah pencairan pihak sekolah harus melakukan pembelanjaan melalui aplikasi SIPLah,” jelasnya.   Adapun bantuan sarana keterampilan menulis berupa buku garis tiga atau lima, buku garis regular, buku polos atau gambar, buku kotak, dsb. Dengan alat tulis pendukung seperti pensil, penghapus, rautan, penggaris, pensil warna, dsb.    Mandung menambahkan, Lembaga yang menjadi penerima bantuan harus memenuhi syarat. Diantaranya terdata pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), ditetapkan sebagai penerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Reguler Tahun 2026 dan memiliki murid kelas 1 dan kelas 2.   Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, Dinas Pendidikan akan melakukan monitoring secara berkala. “Monitoring dilakukan dengan mendatangi sekolah secara acak (sampling) untuk memastikan bantuan yang dicairkan sesuai jumlah murid, kemudian barang yang dibelanjakan sesuai spesifikasi serta jenis barang yang diterima sesuai dengan alokasi anggaran,” terang Mandung.   Melalui program ini, Mandung berharap dapat meningkatkan minat, kegemaran serta keterampilan menulis anak sejak dini baik dari segi kerapian maupun keindahan tulisan. “Melalui program bantuan ini, semoga minat, kegemaran, dan kemampuan menulis anak-anak dapat meningkat pesat yang dapat berdampak pada peningkatan literasi,” pungkasnya.


10 September 2026 25

Pemerintah Kota Kediri berkolaborasi dengan KPwBI Kediri menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam gelaran Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026, Jumat (4/9) di Halaman Titik Nol Kota Kediri. Tujuannya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.   Arief Cholisudin, Kepala DKPP Kota Kediri mengatakan dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pangan, mulai dari beras SPHP, beras premium, Minyak Kita, Minyak premium, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayuran. Stok komoditas yang disediakan meliputi beras SPHP sebanyak 1 ton, beras premium sebanyak 30 dos, Minyak Kita sebanyak 30 kardus, minyak Kita sebanyak 6 dos, Telur sebanyak 150 kg per hari.   Selain komoditas tersebut, tersedia pula aneka sayuran dengan harga sekitar Rp6.000 per bungkus. Jumlah yang disediakan sekitar 50 bungkus, yang terdiri dari tempe, sawi, dan berbagai jenis sayuran lainnya. Dengan jam pelayanan mulai jam 08.00 sampai dengan 11.00 WIB. “Untuk menyediakan ketersediaan komoditas, kami menggandeng sejumlah pihak seperti Bulog, peternak, Kelompok Wanita Tani Bangun Sejahtera, PD Pasar dan swalayan di Kota Kediri. Kegiatan ditujukan untuk seluruh masyarakat berKTP Kota Kediri,” jelas Cholis.   Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat cukup tinggi. Berdasarkan pantauan di lapangan, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat adalah beras SPHP dan Minyak Kita. Dari stok yang tersedia, sebelum jam pelayanan selesai beras SPHP dan Minyak Kita terlihat hampir habis.    Cholis berharap pelaksanaan GPM dapat membantu daya beli masyarakat, terutama karena harga komoditas yang ditawarkan memiliki selisih yang cukup terjangkau dibandingkan dengan harga di pasaran. “Dalam kondisi ekonomi saat ini, kegiatan GPM diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Untuk pelaksanaan berikutnya, kegiatan yang hari ini kita laksanakan di Titik Nol akan dilanjutkan di Balai Kota pada hari Sabtu dan Minggu (5-6/9) besok,” ujarnya.   Salah satu pembeli, Lutfi Mayang Sari, warga Kelurahan Balowerti menceritakan antusiasnya membeli komoditas kebutuhan pokok dalam kegiatan ini. Sebelum jam pelayanan dibuka, dirinya sudah datang ke lokasi untuk membeli sejumlah kebutuhan dapur, seperti telur, cabai, bawang merah dan bawang putih.    Ia juga mengaku cukup sering berbelanja ketika ada kegiatan GPM karena harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasaran. Lutfi berharap keberadaan GPM dapat membantu menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami kenaikan.    Hal senada disampaikan Wiwin, warga Kelurahan Balowerti. Dalam kegiatan tersebut, Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tempe dan telur. Menurutnya, kegiatan GPM cukup membantu masyarakat karena komoditas yang tersedia memiliki selisih harga yang lumayan dibandingkan harga di pasaran. Melalui kegiatan tersebut, Wiwin berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.


4 September 2026 81
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%