Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Pemerintah Kota Kediri kembali menghadirkan Webinar Lentera Mapan Seri 14 dengan mengangkat tema “Influenza dan ISPA: Kenali, Waspadai, Lindungi Kesehatan Bersama”, Selasa (6/10). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenali gejala, memahami kelompok rentan, serta mengetahui langkah pencegahan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan.    dr. Enrico Kuswahyuliawan, dokter konsultan Sobat Dokter Kota Kediri selaku narasumber menjelaskan bahwa influenza memiliki beberapa tipe dan saat ini influenza tipe A tengah banyak diperbincangkan. Sementara itu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan manusia.   “ISPA itu merupakan suatu kelompok penyakit, bukan hanya satu penyakit. Sedangkan influenza tipe A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menjadi salah satu bagian dari ISPA. Jadi, kalau menderita ISPA belum tentu menderita influenza tipe A, tetapi kalau menderita influenza tipe A sudah pasti termasuk ISPA,” jelasnya.   Lebih lanjut, dr. Enrico mengatakan karena influenza dan ISPA menyerang saluran pernapasan, gejala yang muncul umumnya berkaitan dengan saluran pernapasan. Namun, gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus.   Beberapa gejala yang umum ditemukan antara lain: demam dengan suhu di atas 37,5 derajat celsius, batuk, pilek, hidung tersumbat, pusing, meriang, serta nyeri otot dan sendi. Dalam istilah medis, kondisi tersebut dapat disebut sebagai flu syndrome atau kumpulan gejala yang menyerupai influenza.   “Penyakit yang disebabkan virus pada dasarnya bisa sembuh dengan sendirinya apabila kondisi imun tubuh dalam keadaan baik. Tetapi, penyakit virus juga dapat berkembang menjadi lebih berat pada kelompok tertentu yang rentan,” terangnya.   Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih, antara lain: kelompok usia yang terlalu muda maupun terlalu tua, orang dengan gangguan kekebalan tubuh seperti pasien autoimun dan HIV, penderita penyakit kronis, serta mereka yang memiliki penyakit paru-paru seperti asma. Selain itu, orang yang sering beraktivitas di area publik atau fasilitas umum juga memiliki potensi lebih besar terpapar karena tingginya interaksi dengan orang lain.   Sementara itu, Erwanto, Kepala Bagian Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri sebagai narasumber, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA melalui sistem surveillance atau pengawasan yang dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit.   “Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas surveillance yang ada di puskesmas dan rumah sakit karena sudah aktif memantau dan melaporkan kepada kami. Dari laporan tersebut, kami bisa melihat rekap kasus mulai minggu ke-31 sampai minggu ke-38 dan memang ada peningkatan,” ujarnya.   Berdasarkan pemantauan Dinkes Kota Kediri, kasus ISPA pada minggu ke-31 tercatat sebanyak 643 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 1.514 kasus pada minggu ke-38. Meski demikian, Erwanto menegaskan bahwa peningkatan tersebut masih berada dalam koridor yang relatif normal apabila dibandingkan dengan kejadian pada periode yang sama tahun 2025.   Terkait adanya peningkatan kasus influenza tipe A, Dinkes Kota Kediri juga telah menerima surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengenai kewaspadaan terhadap peningkatan kasus. Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama rumah sakit dan puskesmas terkait Sistem Kewaspadaan Dini (SKD).   Selain itu, Dinkes Kota Kediri telah menerbitkan surat edaran kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Kediri terkait kewaspadaan terhadap ISPA. Surat tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada sekolah-sekolah di Kota Kediri.   Erwanto menjelaskan, sekolah menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena merupakan tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi menjadi lokasi penyebaran penyakit. Untuk itu, sekolah diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya peningkatan kasus influenza tipe A.   “Kami meminta bantuan guru dan orang tua untuk ikut memantau. Apabila terdapat kasus di sekolah, diharapkan bisa segera diinformasikan kepada puskesmas atau Dinas Kesehatan sehingga dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.   Melalui Webinar Lentera Mapan Seri 14, Pemkot Kediri berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai ISPA dan influenza, mulai dari gejala, kelompok yang rentan, hingga langkah penanganannya.   Erwanto mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi perkembangan kasus influenza tipe A dan ISPA, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.   “Harapan kami, dengan ilmu yang disampaikan narasumber, kita menjadi lebih tahu tentang penyakit ISPA mulai dari gejala hingga penanganannya. Setelah mengetahui perkembangan kasus ISPA di Kota Kediri, kami mengimbau masyarakat agar jangan takut, tetapi tetap waspada. Dengan begitu, kita bersama-sama bisa menanggulangi kasus ini agar tidak semakin bertambah,” pungkasnya.


7 Oktober 2026 23

Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan agar penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran dan terintegrasi, Pemerintah Kota Kediri siap mensukseskan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial. Program ini dikembangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai platform layanan satu pintu yang bertujuan untuk mempermudah pengelolaan dan penyaluran bantuan sosial seperti PKH dan BPNT.   Kepala Dinas Sosial, Imam Muttaqin dalam keterangannya saat mengisi Podcast, Senin (5/10) menjelaskan melalui sistem ini, masyarakat nantinya dapat melakukan pendaftaran bantuan dan menyampaikan sanggah apabila ada ketidaksesuaian data. Masyarakat juga dapat memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara mandiri agar data sosial ekonomi sesuai dengan kondisi sebenarnya dan semakin tepat sasaran.    “Dengan perkembangan teknologi saat ini, Pemerintah menerapkan Perlinsos secara digital melalui laman perlinsos.kemensos.go.id. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pengajuan bantuan, memperbarui desil menggunakan gawai sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” jelasnya.   Syarat utama untuk mengakses atau mendaftar Perlinsos secara mandiri ialah pernah melakukan perekaman KTP Elektronik. Di samping itu, masyarakat juga harus mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Apabila belum pernah mendaftar atau mengaktifkan IKD, maka dapat dibantu oleh Agen Perlinsos yang bertugas sebagai fasilitator pendaftaran baik dalam proses penginputan data maupun menyampaikan sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian desil dengan kondisi riil masyarakat.    Imam menjelaskan setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk menjadi Agen Perlinsos. Pendaftaran dapat dilakukan mandiri secara online dan gratis melalui portal resmi Kementerian Sosial yakni https://agent-perlinsos.kemensos.go.id/. Agen Perlinsos bersifat suka rela dan tidak dibayar, tidak diperbolehkan memungut biaya maupun memanipulasi data. Untuk menjadi calon Agen Perlinsos perlu menyiapkan NIK, IKD yang telah aktif, gawai, serta nomor telepon seluler yang aktif.    "Program ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat Kota Kediri apalagi bagi masyarakat yang memiliki tetangga yang membutuhkan. Dari Pemerintah Kota Kediri juga akan melaksanakan gerakan ASN Peduli tetangga, jadi seluruh ASN diwajibkan menjadi Agen Perlinsos dan mendaftarakan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya supaya terdaftar di dalam Perlinsos ini,” terangnya.   Untuk penerapan Perlinsos di Kota Kediri, Imam mengaku saat ini sudah mulai melakukan program ini dan ditargetkan akhir tahun 2026 seluruh masyarakat Kota Kediri sudah terdaftar dalam Perlinsos. “Pada prinsipnya Perlinsos ini adalah proses registrasi ulang data sasaran penerima bantuan sosial yang akan diberikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah khususnya untuk tahun 2027. Jadi untuk tahun depan, data yang digunakan untuk menyalurkan bantuan mengacu pada Perlinsos ini. Untuk itu, kepada semua masyarakat kami imbau untuk segera melakukan pendaftaran Perlinsos baik secara mandiri maupun melalui agen yang ada di kelurahan, RT, dsb,” ujarnya.    Imam mengimbau masyarakat agar segera mendaftarkan diri sendiri maupun keluarga ke dalam aplikasi Perlinsos agar nantinya di tahun 2027 diharapkan program bantuan sosial maupun pemberdayaan masyarakat benar-benar tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.   Sementara itu, di kesempatan yang sama, Marsudi Nugroho Kepala Dispendukcapil Kota Kediri menuturkan untuk mengakses sistem Perlinsos ini, dibutuhkan identitas kependudukan yang telah terverifikasi. Masyarakat harus melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) dan memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang aktif. Di Kota Kediri, aktivasi IKD telah dimulai sejak tahun 2022 dan diperluas secara masif sejak tahun 2024 hingga sekarang. Adapun syarat aktivasi IKD ialah masyarakat yang telah berusia 17 tahun dan sudah melakukan rekam biometrik. Aktivasi bisa dilakukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Dhoho Plaza lantai 2, serta kantor kecamatan dan kelurahan pada jam hari dan kerja. “Masyarakat juga bisa melakukan aktivasi IKD di kantor Dispendukcapil pada jam kerja serta hari Sabtu dan Minggu jam 08.00 sampai 11.00 WIB. Tidak perlu khawatir terhadap penipuan karena pelayanan IKD kita lakukan secara tatap muka dan gratis,” tandasnya. 


7 Oktober 2026 29

Kabar baik untuk warga Kota Kediri yang bekerja di pabrik rokok, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026.   Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menjelaskan bahwa program ini merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2026, yang mengatur bahwa dana cukai harus kembali untuk kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya, yakni buruh pabrik rokok, petani tembakau, dan petani cengkeh.   "Ini bentuk kehadiran negara untuk Panjenengan semua. Hasil dari cukai kita kembalikan lagi untuk kesejahteraan para buruh dan petani yang menjadi tulang punggung industri ini," ujar Imam Muttakin, Sabtu (03/10) di Kelurahan Semampir.   Imam menambahkan, data penerima BLT telah melalui proses verifikasi ketat oleh Dinas Sosial. Tercatat ada 4.245 warga Kota Kediri yang berhak menerima BLT DBHCHT tahun ini dan akan disalurkan secara bertahap.   "Prosesnya kami jaga agar tepat sasaran. Data pekerja dikirim oleh pabrik rokok, kemudian kami verifikasi bersama Dispendukcapil untuk memastikan penerima benar-benar ber-KTP Kota Kediri. Penyalurannya nanti melalui Bank Jatim menggunakan virtual account agar aman dan transparan," jelasnya.   Untuk hari ini, sebanyak 3.496 penerima telah menerima bantuan. Rinciannya, 3.292 buruh rokok PT Gudang Garam Tbk yang penyalurannya dipusatkan di Kelurahan Semampir dan Banjaran, serta 204 penerima dari pabrik rokok Dua Dewi yang bekerja sama dengan Bank Jatim. Sementara untuk pekerja pabrik rokok lainnya akan segera disalurkan pada tahap berikutnya.   Imam menyebutkan, setiap penerima BLT DBHCHT mendapatkan bantuan sebesar Rp 1.000.000,- dan tanpa ada potongan administrasi atau potongan apapun. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari.   Di akhir, Imam Muttakin berpesan agar bantuan ini bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi ekonomi Kota Kediri.   "Silakan dibelanjakan sesuai kebutuhan, dan kalau bisa belanjanya di UMKM sekitar kita. Biar uangnya muter di Kota Kediri, warung tetangga jadi ramai, ekonomi kita bergerak bersama. Ada multiplier effect-nya untuk kita semua," tutupnya.   Rasa syukur juga disampaikan langsung oleh penerima manfaat. Kartika Sari, warga Bujel yang bekerja sebagai buruh rokok di bagian giling mengaku sangat terbantu dan bersyukur dengan program ini.   "Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri yang sudah peduli terhadap karyawan pabrik rokok dan semoga bantuan ini bisa terus berlanjut. Bantuan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta untuk tambahan biaya sekolah anak-anak," ungkap Kartika dengan haru.


4 Oktober 2026 141
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%