Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Jejaring Informasi untuk Keberlanjutan Kemajuan

Diskominfo menghadirkan jejaring informasi yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi digital sebagai penggerak, kami mendukung pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Slider Image
LAYANAN UTAMA

LAYANAN UTAMA

Optimalkan pengalaman dengan menu layanan kami

# Lapor Mbak Wali 112


Lapor Mbak Wali adalah layanan digital untuk menyampaikan keluhan, laporan, dan aspirasi masyarakat secara cepat, transparan, dan efektif guna mendukung perbaikan layanan publik dan lingkungan sekitar.

# PPID


PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BERITA UTAMA

BERITA UTAMA

Berita Terbaru Diskominfo

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali melakukan monitoring harga harian dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada masyarakat.   Seperti yang dilaksanakan hari ini, Selasa (29/9) sejumlah tim dari DKPP turun lapangan melakukan pemantauan harga bahan pangan di Pasar Setono Betek. Usai merampungkan kegiatan, Arief Cholisudin, Kepala DKPP Kota Kediri memberikan pernyataan bahwa secara umum harga sejumlah komoditas masih berada dalam kondisi landai dan batas kewajaran. Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, Pemerintah Kota Kediri menilai kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar.   “Kalau ada perbedaan harga, kita tidak langsung menganggap ada gejolak. Terlebih dahulu kita pantau pergerakan harganya, apakah kenaikannya terus terjadi atau hanya fluktuasi. Kalau memang ada kecenderungan naik terus, baru kita bahas bersama TPID Kota Kediri,” jelas Cholis.   Berdasarkan hasil monitoring per 29 September 2026, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga. Minyak goreng curah naik dari Rp19.650 menjadi Rp19.800 per liter, bawang merah dari Rp26.667 menjadi Rp29.000 per kilogram, bawang putih bonggol dari Rp29.333 menjadi Rp30.000 per kilogram, serta cabai rawit merah dari Rp70.000 menjadi Rp70.667 per kilogram.   Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras turun dari Rp40.333 menjadi Rp39.500 per kilogram, cabai merah besar dari Rp31.333 menjadi Rp30.667 per kilogram, dan cabai merah keriting dari Rp48.000 menjadi Rp46.000 per kilogram.   Adapun komoditas yang terpantau memiliki harga tetap yakni: beras premium Rp15.050 per kilogram, beras medium Rp13.183 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, daging sapi Rp127.500 per kilogram, telur ayam ras Rp24.833 per kilogram, serta kedelai biji impor Rp11.350 per kilogram.   Dari hasil pemantauan tersebut, beras premium menjadi salah satu komoditas dengan status waspada. Menanggapi hal tersebut, Pemkot Kediri akan memperketat pemantauan terhadap perkembangan harganya. Namun, pemerintah tidak serta-merta melakukan operasi pasar.   “Untuk beras premium, statusnya waspada sehingga pemantauan akan kami perketat. Tetapi tidak langsung operasi pasar. Kami akan melihat pergerakannya beberapa hari ke depan dan membahasnya bersama TPID. Dari sana akan dikumpulkan data, termasuk penyebab kenaikan harga, kemudian baru ditentukan kebijakan yang diperlukan,” terangnya.   Pemkot Kediri juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan stabilitas harga. Di antaranya Perumda Pasar Joyoboyo, serta memantau kondisi transportasi dan distribusi komoditas. Berbagai faktor yang dapat memengaruhi harga akan terus diperhatikan sebagai bagian dari langkah antisipasi dan upaya preventif.   Cholis juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja. Masyarakat diharapkan membeli kebutuhan pangan sesuai dengan kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Hal tersebut sejalan dengan Surat Edaran Wali Kota Kediri tentang “Stop Boros Pangan”. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam berbelanja dan mengonsumsi pangan, sehingga makanan yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak berakhir menjadi sampah pangan.


29 September 2026 46

Optimalkan peran Duta Generasi Berencana (GenRe) sebagai penggerak bagi remaja untuk menjalani kehidupan yang sehat, berencana, dan berkarakter, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri menggelar Pelatihan Pendidik Sebaya bagi Duta GenRe Kota Kediri, Senin (28/9) di Aula Kantor DP3AP2KB. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari konselor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Forum GenRe.   Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali para Duta GenRe dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai pendidik maupun konselor sebaya. Mereka diharapkan dapat menjadi tempat berdiskusi dan teman curhat bagi remaja lainnya.   Fajri menjelaskan, Duta GenRe memiliki sejumlah peran penting, mulai dari menjadi konselor sebaya dan role model, menyosialisasikan Program GenRe, memberikan edukasi mengenai lima transisi kehidupan remaja, hingga menjadi jembatan komunikasi dan advokasi.   Menurutnya, keberadaan Duta GenRe dinilai penting karena remaja pada umumnya merasa lebih percaya dan nyaman ketika menyampaikan cerita atau persoalan kepada teman sebaya. Karena itu, Duta GenRe dapat menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi dan informasi yang relevan bagi remaja.   “Duta GenRe sangat membantu Pemerintah Kota Kediri dalam memberikan edukasi kepada remaja. Mereka secara rutin melakukan safari ke sekolah-sekolah di Kota Kediri, sedangkan DP3AP2KB bertugas mendampingi. Adapun materi yang mereka deliver ke teman sebayanya terkait: pengenalan diri, perencanaan hidup, kekerasan seksual, bahaya narkotika, serta berbagai persoalan yang dihadapi remaja.” jelasnya.   Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta ketika menyampaikan edukasi kepada teman sebaya. “Harapan kami para adik-adik Duta GenRe semakin percaya diri dalam melakukan sosialisasi kepada rekan sebaya dan menjadi agen perubahan di sekolahnya,” ungkapnya.   Sementara itu, Putri, Konselor BKKBN yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan materi mengenai Pendidik Sebaya (PS) dan Konselor Sebaya (KS). Ia berharap setelah mendapatkan pelatihan, peserta dapat melakukan pemetaan di sekolah masing-masing, termasuk mempersiapkan pembentukan piket bagi sekolah yang belum memilikinya. “Bagi yang sudah ada, bisa melakukan pemetaan untuk memilih siapa yang akan menjadi Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya,” jelasnya.   Dirinya menerangkan, seorang Pendidik Sebaya harus memiliki bekal informasi yang memadai untuk kemudian disampaikan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi (KIE) kepada remaja lainnya. Informasi tersebut bersumber dari modul yang telah disesuaikan dengan rentang usia remaja.   Sementara Konselor Sebaya memiliki kompetensi yang berbeda. Mereka diharapkan mampu menjadi tempat awal bagi teman sebaya yang membutuhkan ruang untuk bercerita maupun berdiskusi. Namun, peran tersebut bukan untuk menggantikan guru BK maupun psikolog.   Selain pengetahuan, peserta juga dibekali keterampilan menjadi pendengar aktif, membangun empati, berkomunikasi dengan baik, serta memahami pentingnya menjaga kerahasiaan teman yang telah bercerita. “Pesan Saya kepada mereka agar tetap produktif menyebarkan ilmu kepada sesama dan pastikan ilmu yang disampaikan valid,” pesan Putri.   Salah satu peserta, Samuel Panji, Duta GenRe Kota Kediri Tahun 2024 dari SMKN 1 Kota Kediri, mengatakan dirinya tertarik mengikuti forum ini karena menjadi wadah bagi remaja untuk mengasah kemampuan public speaking, memperluas relasi, sekaligus mengikuti berbagai kegiatan positif.   Melalui pelatihan kali ini, Samuel mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai peran konselor dan pendidik sebaya, termasuk bagaimana merespons ketika ada teman yang bercerita. Ia juga mendapatkan materi mengenai cara duduk, gesture, dan nada bicara ketika berkomunikasi.   Menurutnya, salah satu tantangan dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya adalah memahami latar belakang audiens yang berbeda-beda. Karena itu, seorang Duta GenRe perlu memiliki empati dan mampu menempatkan diri dari sudut pandang audiens. “Intinya saya harus belajar lebih empati,” tuturnya.   Dalam memberikan sosialisasi, Ia lebih memilih menggunakan metode diskusi agar komunikasi yang terbangun berlangsung dua arah. Dengan demikian, remaja yang menjadi audiens tidak merasa sedang digurui. “Saya biasanya memberikan sosialisasi dalam bentuk diskusi. Saya bercerita, mereka juga bercerita, jadi terbangun komunikasi dua arah sehingga audiens tidak merasa digurui,” jelasnya.   Ke depan, Samuel berharap peran Duta GenRe dapat semakin luas, tidak hanya menjangkau sekolah-sekolah di Kota Kediri, tetapi juga hingga tingkat kecamatan dan kelurahan/desa serta sekolah-sekolah yang selama ini belum banyak mendapatkan edukasi.   “Kami sangat berharap ingin kolaborasi dengan kota lain untuk sosialisasi di tempat lain yang jarang kita kasih materi, mungkin sekolah di daerah pelosok,” pungkasnya.


29 September 2026 31

Sebagai salah satu bagian penting penyangga ekonomi rakyat, UMKM memiliki kontribusi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal di Kota Kediri. Untuk memperluas promosi produk UMKM di tengah perkembangan era digital, Pemerintah Kota Kediri menggelar pelatihan videografi bagi pengelola media sosial kelurahan dan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan Mojoroto, Kamis (24/9).   Bertempat di Aula Kecamatan Mojoroto, pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pengelola media sosial kelurahan dan KIM dalam mempromosikan potensi UMKM secara lebih menarik dan informatif. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Nur Mufid, Pranata Humas Ahli Muda Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Alfian, content creator di Kota Kediri.    Camat Mojoroto, Abdul Rohman, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali potensi UMKM di wilayah Kecamatan Mojoroto. Terlebih, UMKM di Kota Kediri dinilai terus menunjukkan geliat positif dan kerap hadir dalam berbagai kegiatan maupun event yang digelar di Kota Kediri.   “Pada intinya kami ingin mengangkat potensi UMKM yang kemarin ditampilkan dalam kegiatan peringatan HUT Kota Kediri maupun HUT RI. UMKM-UMKM ini sudah mulai bangkit kembali dan menjadi salah satu potensi untuk mengangkat perekonomian Kota Kediri, khususnya di Kecamatan Mojoroto,” ujarnya.   Menurutnya, keberadaan UMKM tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi potensi yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas melalui media sosial. Karena itu, keterlibatan pengelola media sosial kelurahan dan KIM menjadi penting untuk memastikan potensi tersebut dapat dipublikasikan secara konsisten. “Kami bangga kegiatan ini bisa merangsang para pegiat media sosial kelurahan dan KIM. Harapannya, perkembangan ekonomi Kota Kediri semakin bangkit dan menjadi lebih baik,” imbuhnya.   Abdul Rohman menambahkan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa kemajuan UMKM di Kecamatan Mojoroto merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Kediri agar dalam berbagai kegiatan masyarakat, potensi UMKM dapat turut ditampilkan dan dipromosikan.   “UMKM yang dulunya mungkin masih sembunyi-sembunyi, akan kita tampilkan dan promosikan ke media sosial. Kita ingin membuktikan bahwa masyarakat kita penuh dengan kolaborasi untuk kebangkitan ekonomi yang ada di wilayah Kecamatan Mojoroto,” jelasnya.   Melalui pelatihan videografi ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan konten promosi yang informatif, kreatif, dan menarik. Konten tersebut nantinya dapat menjadi sarana untuk mengenalkan produk-produk UMKM sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.   Ia juga menekankan pentingnya keaktifan admin media sosial kelurahan. Menurutnya, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyampaikan informasi melalui unggahan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat. Dirinya berharap para admin tidak hanya aktif membuat dan mengunggah konten, tetapi juga responsif terhadap pertanyaan, masukan, maupun komentar dari masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan informasi UMKM.


24 September 2026 64
CEK HOAKS

CEK HOAKS

Mari bersama lawan hoaks dan wujudkan ruang digital yang sehat

Cek Hoaks Komdigi

Hoaks dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat. Komdigi menghadirkan informasi edukatif untuk membantu masyarakat mengenali, memverifikasi, dan menyaring informasi sebelum dibagikan.

Cek Hoaks Pemprov Jatim

Temukan informasi yang mencurigakan atau hoaks? Laporkan melalui layanan resmi untuk ditindaklanjuti. Pelaporan dapat dilakukan melalui Klinik Hoaks Provinsi Jawa Timur.

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

KOMDIGI & LITERASI DIGITAL

Temukan konten Komdigi terbaru untuk menambah wawasan digital

Majalah Komdigi
Artikel Komdigi
Siaran Pers Komdigi

Kritik dan Saran

112
Bagaimana Tanggapan Anda?

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan masukan untuk perkembangan konten website Diskominfo Kota Kediri

Sangat Puas
80%
Puas
0%
Cukup Puas
20%
Tidak Puas
0%