Wujudkan Hunian Yang Layak dan Sehat, Pemkot Kediri Gandeng Pramuka Rehab Rumah Suminto
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Rumah milik Suminto, warga RT 005 RW 004, Kelurahan Bangsal menjadi salah satu sasaran dari bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini. Proses perbaikan dimulai hari Kamis, (23/10) dan diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan. Perbaikan rumah Suminto mencakup atap, kamar mandi, dapur, teras, hingga dinding.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Samsul Bahri mengatakan data DPKP, jumlah RTLH tahun 2025 sebanyak 1.201 unit. Di tahun 2026 ini, pihaknya menargetkan penyelesaikan perbaikan sebanyak 200 unit RTLH dengan nilai bantuan sebesar Rp35 juta untuk setiap penerima manfaat. Penentuan nilai bantuan tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025 yang didasarkan pada kajian kebutuhan perbaikan rumah, termasuk untuk menyelesaikan kriteria rumah tidak layak huni secara menyeluruh.
Samsul melanjutkan program ini bertujuan untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang layak, sehat dan aman. “Masyarakat yang membutuhkan bantuan rehabilitasi RTLH dapat melakukan pengusulan dengan berkoordinasi bersama lurah setempat. Dokumen yang perlu disiapkan meliputi fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK), surat keterangan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 sampai 4, bukti kepemilikan atau penguasaan tanah, foto kondisi awal rumah sebelum rehabilitasi atau kondisi 0 persen, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak,” jelasnya. Selanjutnya, pihak kelurahan bersama Ketua RT/RW dan pendamping melakukan peninjauan lapangan. Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, Lurah kemudian menyampaikan usulan calon penerima bantuan melalui aplikasi e-RTLH.
Mekanisme penyaluran bantuan dilakukan dengan melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada saat pengajuan. Selanjutnya dana akan dicairkan langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat. “Semoga bantuan RTLH ini dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menjamin hak dasar warga atas tempat tinggal yang layak dan sehat, serta meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang aman, bersih, dan nyaman bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” harapnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, DPKP berkolaborasi dengan Gerakan Pramuka Kota Kediri. Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Edy Herwiyanto bersama anggota Pramuka lainnya turut berpartisipasi aktif dengan melakukan aksi gotong royong dan bakti sosial di lokasi RTLH. “Perbaikan ini tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuni rumah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Edy, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keterlibatan Pramuka dalam kegiatan sosial juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk membantu dan mendukung Pemkot Kediri dalam menangani permasalahan sosial di masyarakat dan membentuk generasi penerus yang Tangguh. “Melalui kegiatan ini semoga anggota Pramuka dapat belajar secara langsung mengenai arti kepedulian, kebersamaan dan pengabdian kepada sesama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua RT 005 RW 004 Kelurahan Bangsal menjelaskan bahwa kondisi rumah Suminto sebelumnya cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian kayu telah lapuk dan atap rumah mengalami kerusakan. Suminto juga diketahui tinggal seorang diri, dengan bantuan sehari-hari dari keponakan-keponakannya.
“Pak Suminto hidupnya sendiri, yang membantu Pak Suminto ini keponakan-keponakannya Alhamdulillah mendapat bantuan bedah rumah ini,” jelasnya.