Setelah beberapa waktu lalu menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kota Blitar, kali ini Pemerintah Kota Kediri kembali menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Tangerang guna studi tiru tetang toleransi umat beragama sehingga bisa mengantarkan Kota Kediri mendapatkan peringkat ke 7 sebagai kota paling toleran se-Indonesia, di Ruang Pertemuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Senin (9/12).
Kunjungan kerja tersebut diterima dan disambut hangat oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kediri bersama seluruh anggota FKUB Kota Kediri dan beberapa satuan kerja terkait. Kabag Kesra Pemkot Kediri, Ahmad Jainudin saat menyambut kedatangan FKUB Kabupaten Tangerang mengatakan bahwa Kota Kediri memiliki luas 63,4 Km dengan 3 kecamatan dan 46 Kelurahan. Meskipun tidak terlalu luas, Jainudin menegaskan bahwa Kota Kediri cantik dan harmoni, terlebih dengan adanya FKUB, kerukunan dan kekompakkan seluruh umat beragama di Kota Kediri bisa terjalin.
"Selasa kemarin kami juga menerima kunker dengan tujuan yang sama, untuk belajar, sharing ilmu dan pengalaman dalam toleransi umat beragama. Alhamdulillahnya Kota Kediri berada di peringkat 7 Kota Paling Toleran di Indonesia tahun 2023,"ungkapnya.
Jainudin mengungkapkan bahwa sebelumnya, yaitu di tahun 2022 Kota Kediri berada di peringkat ke 5 Kota Paling Toleran. "Meskipun peringkat Kota Kediri ini merosot, nilainya tetaplah naik. Tapi ternyata yang naik bukan hanya Kota Kediri, namun juga kota/kabupaten lainnya,"ujarnya pada peserta kunker.
Untuk mencapai peningkatan nilai tersebut, Jainudin mengatakan bahwa antara FKUB dan Pemerintah harus ada kolaborasi dan inovasi kegiatan-kegiatan, meredam konflik yang ada antar umat beragama. "Dari sisi Pemerintah, kita harus perhatian terhadap FKUB dan FKUB juga harus menjaga komunikasi yang baik dengan Pemerintah Daerah,"terangnya.
Jainudin berharap pada kunker ini, Pemkab Tangerang bisa mencapai tujuan yang diinginkan dan dapat mengambil sisi positif dari pengalaman Pemkot Kediri dan FKUB Kota Kediri dalam mewujudkan toleransi umat beragama di Kota Kediri.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Tangerang Maski yang memimpin rombongan kunker mengucapkan terimakasih atas sambutan yang mereka terima. Maski menyampaikan maksud dan tujuan rombongan FKUB Kabupaten Tangerang pada kunker pada hari ini, dimana pihaknya ingin bersilaturahmi dan juga mengetahui proses atau sepakterjang yang dilalui FKUB dan Pemkot Kediri hingga bisa menduduki peringkat ke 7 Kota Paling Toleransi se-Indonesia.
"Kami juga berada di posisi ke 7, tapi dari bawah. Padahal kami sudah mengerahkan segala daya upaya sesuai misi FKUB, yaitu merawat dan menjaga kerukunan,"ungkapnya ditengah sambutan.
Maski juga menyampaikan untuk meningkatkan toleransi umat beragama di Kabupaten Tangerang, FKUB Kabupaten Tangerang selalu mendapat support dari Pemkab, salah satunya dengan melakukan studi banding ke daerah lain yang memiliki nilai diatas FKUB Kabupaten Tangerang, salah satunya FKUB Kota Kediri.
"Alhamdulillah tiap tahun kami disupport Pemkab untuk terus melakukan studi banding untuk menambah ilmu dan pengetahuan tentang kerukunan umat beragama di daerah lain,"ungkapnya.
Terakhir Maski berharap apa yang menjadi tujuan kunker FKUB dan Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa mendapatkan setitik pencerahan dari sepakterjang yang dilalui Pemerintah dan FKUB dalam mencapai Kota Paling Toleransi ke 7.
Dalam kunker tersebut, turut hadir Ketua FKUB Kota Kediri Moh Salim, Kepala Kemenag Kota Kediri Zamroni, Sekdin Bakesbangpol Kota Kediri Miftahur Rozak dan anggota FKUB Kota Kediri.