Untuk bisa bertahan di tengah era digital dan masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, para pelaku usaha perlu melakukan transformasi digital untuk menangkap tren digitalilsasi. Hal ini terutama berlaku bagi perusahaan pada sektor-sektor yang aktivitas usahanya banyak melibatkan kontak langsung dengan konsumen. Menyikapi hal tersebut, Pemkot Kediri mengeluarkan progam PAKE SUMPID (Program Kelas Pemulihan Ekonomi UKM Terdampak Covid-19).
Bambang Priyambodo, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri, saat diwawancarai menjelaskan bahwa program tersebut didasari agar para pelaku UKM di Kota Kediri dapat mengikuti perkembangan teknologi di era digital. Terlebih di masa pandemi yang belum usai seperti sekarang, para pelaku usaha perlu melakukan beberapa adaptasi agar tidak ditinggalkan pasar.
“Pandemi Covid-19 yang mewabah telah mengubah gaya hidup masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Jadi Masyarakat cenderung lebih menyukai aktivitas-aktivitas yang bersifat praktis, mudah, efisien, dan cepat. Hal tersebut yang mendasari kita membuat program ini,” ungkap Bambang Priyambodo, Selasa, (24/8).
Bambang Priyambodo menambahkan bahwa masih banyak para pelaku UKM di Kota Kediri yang belum mengerti cara untuk memasarkan produknya via online seperti di Marketplace dan aplikasi ojek online. “Masih banyak dari pelaku UKM ini belum mengerti terkait ekonomi digital ini. Khususnya pemesaran lewat digital. Maka dari itu kami memberikan pelatihan kepada para UKM ini seperti pembuatan toko online, cara pemasaran, dan cara pengelolaanya lewat program PAKE SUMPID ini,” imbuh Bambang Priyambodo.
Sementara itu, Fuad Candra Agustiono Manager Klinik Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri menjelaskan ada 3 kelas yang dibuat dalam program PAKE SUMPID ini. Setiap Kelas berisi 50 UKM yang akan di berikan pelatihan.
“Jadi dibagi 3 kelas yaitu, yang pertama untuk kelas pemula yang ditujukan kepada UKM yang ingin membuat toko onlinenya di marketplace dan aplikasi ojek online. Kelas yang kedua ditujukan untuk UKM yang sudah memiliki toko online namun masih belum banyak pembeli. Dan kelas ketiga untuk UKM yang sudah memiliki toko online dan offline yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Masing-masing kelas kita beri kuota 50 UKM,” ungkap Fuad Candra Agustiono, Senin, (24/8).
Lebih lanjut, Fuad Candra Agustiono mengatakan bahwa program PAKE SUMPID ini ditujukan bagi warga yang memiliki kartu identitas Kota Kediri dan memiliki Toko di daerah Kota kediri. Ia menambahkan program ini juga di prioritaskan bagi UKM yang memiliki produk sendiri.
“Jadi kita prioritaskan bagi UKM yang sudah memiliki produk sendiri. Selain itu program ini ditujukan bagi warga Kota Kediri dan memiliki toko di Kota Kediri. Jadi misal ada warga yang memiliki toko di daerah Kota Kediri namun bukan warga Kota Kediri itu tidak dapat mengikuti program ini,” ucapnya.
Diakhir penjelasanya, Fuad Candra Agustiono mengingatkan kepada para pelaku UKM Kota Kediri agar terus mengikuti perkembangan era digital ini khusunya dalam bidang jual beli barang dan jasa. Karena nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi lebih baik lagi
“Semoga melalui program ini para UKM di Kota Kediri bisa lebih berkembang mengikuti era digital yang semakin maju seperti sekarang. Sehingga kedepannya dapat berdampak baik untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya di Kota Kediri,” pungkasnya.