Kesehatan mental masih kerap diabaikan meskipun menjadi permasalahan di tengah masyarakat. Kesehatan mental juga menjadi permasalahan nasional dan masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditekankan Kemenkes. Didasari hal tersebut, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan mengadakan Workshop Mental Health di Ruang Kilisuci, Rabu (29/6).
dr Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri saat hadir dan membuka kegiatan tersebut mengatakan masalah kesehatan jiwa menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat. Terlebih dampak pandemi COVID-19 membuat masyarakat mudah stres karena pemicunya saat ini juga semakin banyak.
“Dalam rangka untuk peningkatan capaian SPM kesehatan jiwa, kami mengundang dokter spesialis kejiwaan untuk memberikan materi seputar penanganan secara medis terhadap ODGJ dan program di puskesmas untuk penemuan kasus dini dan penanganan awal untuk ODGJ,” jelasnya.
Sebagai upaya preventif, dr Fauzan menyebut beberapa kelurahan di Kota Kediri sudah memiliki posyandu jiwa yang siap memberikan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat. Sedangkan sebagai upaya kuratif, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan puskesmas akan melakukan pemeriksaan. “Jika ada temuan atau laporan oleh TRC, Dinsos atau Satpol PP, kita akan bekerjasama dengan puskesmas karena tidak mungkin semua kasus bisa dirujuk dan harus ada pemilahan, dimana yang ringan harus bisa kita tangani. Kemudian apabila diperlukan tindakan lebih lanjut atau pasien dengan gejala berat akan kita rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk penanganan ODGJ,” tuturnya.
Untuk masyarakat yang melakukan perawatan kepada ODGJ di rumah, dr Fauzan menyarankan agar pasien diberikan stimulan positif dan melibatkannya dalam kegiatan-kegiatan yang produktif. “Untuk mempertahankan agar tidak kambuh, salah satunya bisa dilakukan dengan menghindari pemicunya. Kemudian rutin ke posyandu jiwa karena disana nanti akan diberi pelatihan termasuk pelatihan bakat supaya lebih produktif karena kalau tidak ada kesibukan gampang terpicu nanti malah kambuh,” jelasnya.
Adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman peserta tentang standar terapi dan pengobatan kepada ODGJ. "Kita kumpul disini supaya nanti kita bisa mensosialisasikan ke masyarakat bagaimana menangani dan mencegah ODGJ. Termasuk memberdayakan masyarakat bagaimana menangani ODGJ," harapnya.
Mengudang dr. Roni Subagyo, SpKJ (K) dari Rumah Sakit Bhayangkara sebagai pemateri, sasaran workshop ini adalah perawat, apoteker, pengelola program Jiwa di Puskesmas dan rumah sakit rujukan kesehatan Jiwa di Kota Kediri.